Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, 21 November 2022, pemain Iran berbaris selama lagu kebangsaan sebelum pertandingan. Foto: Reuters
JAKARTA - Tim sepak bola nasional Iran memilih untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia mereka melawan Inggris pada Senin, sebagai bentuk dukungan nyata bagi pengunjuk rasa di tanah air.
Semua dari 11 pemain inti terdiam saat lagu kebangsaan dimainkan di Stadion Internasional Khalifa.
Protes nasional selama lebih dari dua bulan, yang dipicu oleh kematian seorang wanita muda dalam tahanan polisi moralitas, merupakan salah satu tantangan paling berani yang diajukan kepada para pemimpin ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Bukan sekali ini saja tim olahraga Iran melakukan hal serupa.
Sebuah klip video yang konon menunjukkan tim polo air Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan di sebuah kompetisi di Thailand muncul dan viral di media sosial beberapa waktu lalu. Video itu dinilai sebuah gerakan protes anti-pemerintah sebagai pertunjukan solidaritas terbaru dari para atlet.
Video itu dibagikan secara online oleh banyak pengguna Twitter Iran biasa. Video ini menunjukkan tim putra tidak bernyanyi saat lagu kebangsaan Iran dimainkan pada pertandingan Kejuaraan Asia melawan India di Bangkok.
Reuters tidak dapat memverifikasi klip video dan Federasi Renang, Menyelam, dan Polo Air Iran tidak dapat dimintai komentar.
Wakil Menteri Olahraga Iran, Maryam Kazemipour, mengatakan pada hari Rabu beberapa atlet wanita Iran telah bertindak melawan norma-norma Islam dan kemudian meminta maaf atas tindakan mereka, kantor berita negara melaporkan.
Pengguna media sosial melihat penolakan untuk bernyanyi sebagai bentuk dukungan untuk protes delapan minggu, salah satu tantangan terbesar bagi para pemimpin ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Demonstrasi anti-pemerintah meletus pada bulan September setelah kematian seorang wanita Kurdi, Mahsa Amini, yang telah ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam yang dikenakan pada wanita.
Tingkah laku tim polo air itu bukan pertama kalinya para olahragawan Iran mengambil tindakan yang dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap protes tersebut.
Pekan sebelumnya, pemain tim sepak bola pantai nasional menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran pada awal pertandingan melawan Uni Emirat Arab di Dubai, menurut akun Twitter aktivis yang dikenal luas sebagai 1500TASVIR.
Kemudian pada hari Minggu, para pemain tidak bersorak atau merayakan setelah mengalahkan Brasil untuk memenangkan kejuaraan, kata akun itu.
Seorang pemain Iran merayakan golnya dengan berpura-pura memotong rambutnya, sebuah gerakan protes oleh wanita Iran, yang telah berada di garis depan protes.
Pada hari Minggu, skater Niloufar Mardani tampil tanpa jilbab dalam sebuah kompetisi di Turki. Dia kemudian menerbitkan video yang dibagikan di akun Telegram, yang tidak dapat diverifikasi oleh Reuters, yang menunjukkan permintaan maafnya.
Rekaman itu menjelaskan bahwa dia berpartisipasi secara independen di Turki dalam turnamen skating dan bahwa dia tidak melihat kerudungnya terlepas ketika dia melepas helmnya.
Mardani mengatakan ceritanya dimanipulasi oleh "media asing".