• Info MPR

Ahmad Basarah Ajak Muhammadiyah Terus Menghadirkan Islam Khas Indonesia

Akhyar Zein | Minggu, 20/11/2022 22:45 WIB
Ahmad Basarah Ajak Muhammadiyah Terus Menghadirkan Islam Khas Indonesia Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyambut baik dan penuh optimisme atas terpilihnya kembali Prof Haedar Nashir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode kedua masa khidmat 2022 - 2027(foto: Humas MPR)

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyampaikan ucapan selamat kepada Prof Dr Haedar Nashir atas amanah Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang memilihnya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode kedua masa khidmat 2022 - 2027. Menurutnya, Prof Haedar Nashir telah menujukkan ketokohannya sebagai pemimpin umat yang sejuk dan mengayomi bangsa selama memimpin Muhammadiyah.

‘’Saya menyambut baik dan penuh optimisme atas terpilihnya kembali Prof Haedar Nashir dan Prof Abdul Mu’ti, yang selama ini selalu menampilkan Islam moderat yang sangat menyejukkan dan mengayomi generasi bangsa. Moderasi yang mereka tampilkan tidak saja diperlukan oleh organisasi sebesar Muhammadiyah, tapi juga oleh bangsa dan negara,’’ kata Ahmad Basarah merespon terpilihnya kembali Prof Haedar Nashir dan Prof Abdul Mu’ti dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/11/22) dinihari.

Ahmad Basarah menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan 13 anggota PP Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027 dalam sidang pemilihan anggota PP Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhamamadiyah Surakarta, Minggu dini hari. Haedar Nashir meraih 2.203 suara, disusul Abdul Mu’ti yang memperoleh 2.159 suara.

Sebagai organisasi masyarakat yang berusia lebih tua dari Republik Indonesia, Ahmad Basarah berharap Muhammadiyah hendaknya terus menampilkan diri sebagai organisasi yang selama ini diharapkan dan dibangga-banggakan oleh proklamator Indonesia, Ir Soekarno atau Bung Karno.

‘’Bung Karno melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan adalah sosok revolusioner yang layak dicontoh. Demikian dekat Bung Karno dengan Muhammadiyah, sampai-sampai beliau pada Muktamar Muhammadiyah tahun 1962 pernah berwasiat agar ketika beliau wafat kerandanya diselimuti oleh panji-panji Muhammadiyah. Sejarah tentang Bung Karno dan Muhammadiyah ini sangat dikenal oleh Prof Haedar dan pimpinan Muhammadiyah lainnya,’’ kata Ahmad Basarah, yang pernah menulis buku ‘’Bung Karno, Islam dan Pancasila’’ itu.

Ahmad Basarah menambahkan, Fatmawati yang dipersunting Bung Karno adalah seorang kader Aisyiyah, gerakan perempuan Muhammadiyah. Pasca kemerdekaan, sejarah mencatat Fatmawati menjadi ibu negara dan tercatat sebagai penjahit sang saka merah putih.

Ahmad Basarah mengajak PP Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam lainnya di Indonesia untuk terus menghadirkan Islam khas Indonesia yang lembut dan penuh rahmatan lil-alamin. Dengan demikian, negara ini akan menjadi contoh sekaligus menjadi laboratorium riset terbesar para akademisi dunia yang melakukan riset tentang Islam yang mempersatukan bangsa-bangsa dunia.

FOLLOW US