Dampak Mahsa Amini, Uni Eropa dan Inggris Beri Sanksi pada Puluhan Pejabat Iran. (REUTERS)
JAKARTA - Uni Eropa dan Inggris telah memberikan sanksi tambahan terhadap Iran sebagai tanggapan atas penggunaan kekuatan Teheran yang meluas terhadap pengunjuk rasa damai.
Protes, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022 dalam tahanan polisi moralitas, menandai salah satu tantangan paling berani terhadap Iran sejak revolusi 1979.
Sejauh ini, 336 demonstran tewas dalam kerusuhan dan hampir 15.100 orang ditahan, menurut kantor berita aktivis HRANA.
"Kami mendukung rakyat Iran dan mendukung hak mereka untuk memprotes secara damai dan menyuarakan tuntutan dan pandangan mereka secara bebas," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Al Jazeera.
Di antara mereka yang dikenai sanksi oleh UE dengan larangan perjalanan dan pembekuan aset adalah empat anggota regu yang menangkap Mahsa Amini, anggota berpangkat tinggi Pengawal Revolusi dan Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi, menurut pernyataan UE.
Sanksi itu dimaksudkan “untuk mengirim pesan yang jelas kepada mereka yang berpikir mereka dapat menekan, mengintimidasi, dan membunuh rakyat mereka sendiri tanpa konsekuensi,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock kepada wartawan saat dia tiba untuk pertemuan dengan rekan-rekan Uni Eropa di Brussels.
"Mereka tidak bisa," tambahnya. "Dunia, Eropa sedang menonton."
** Sanksi Inggris
Sebelumnya pada hari Senin, kantor luar negeri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya memberikan sanksi kepada 24 pejabat Iran, berkoordinasi dengan mitra internasional.
Mereka yang menjadi sasaran sanksi Inggris termasuk Menteri Komunikasi Iran Issa Zarepour serta kepala polisi dunia mayanya, Vahid Mohammad Naser Majid, dan sejumlah pejabat politik dan keamanan, katanya.
“Sanksi ini menargetkan pejabat dalam rezim Iran yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang keji,” kata Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly.
“Bersama dengan mitra kami, kami telah mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran – tindakan kekerasan terhadap protes harus dihentikan dan kebebasan berekspresi harus dihormati.”
Inggris mengatakan Zarepour dan Majid telah dikenai sanksi karena menutup internet di Iran, termasuk menonaktifkan WhatsApp dan Instagram sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai. (*)