• Bisnis

Belanja Tamu Negara G20 Diperkirakan Tembus Rp10 Triliun

Eko Budhiarto | Jum'at, 11/11/2022 21:56 WIB
Belanja Tamu Negara G20 Diperkirakan Tembus Rp10 Triliun Ilustrasi

JAKARTA - Riset Universitas Indonesia (UI) menunjukkan, para tamu negara yang menghadiri G20 diperkirakan menghabiskan belanja untuk berbagai keperluan hingga Rp 10 triliun.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi menyatakan, untuk jangka pendek, kehadiran para tamu negara akan menggerakkan perekonomian Indonesia. Hal ini karen ada belanja yang mereka keluarkan ke berbagai sektor. 

Pertemuan para kepala negara ini memberi dampak yang jauh lebih besar dibanding perhelatan lainnya seperti pertemuan tahunan Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF), serta Asian Games.   

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, diharapkan dapat berdampak bagi masuknya investasi asing ke Indonesia. Kinerja investasi sendiri dinilai sebagai motor penggerak perekonomian, yang mampu meningkatkan kontribusinya bagi produk domestik bruto (PDB) hingga tiga tahun mendatang.  

‘’Yang lebih kita harapkan pertemuan ini membawa dampak yang signifikan untuk jangka menengah-panjang dengan masuknya investasi ke Indonesia,’’ kata Fithra kepada Tim Komunikasi dan Media G20, Jumat (11/11/2022).

Fitrah menambahkan, kinerja perekonomian Indonesia selama pandemi tertinggal dibanding negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Untuk itu, G20 menjadi momentum yang tepat bagi para investor untuk melihat secara langsung kondisi Indonesia yang membaik. 

Posisi Presidensi G20 membawa keuntungan bagi Indonesia untuk menguatkan posisinya sebagai negara yang layak untuk tujuan investasi. 

“Pemerintah harus bisa memberi keyakinan dan menciptakan kepastian hukum bagi investor untuk memulai usahanya di Indonesia.”

Managing Director PT Samuel International Harri Su menambahkan, mata dunia saat ini sedang terarah kepada Indonesia.

“ini adalah saat yang tepat mengarahkan mata investor memilih kita, bukan negara Asia lainnya,’’ ujar Harri Su.

Pada kuartal III-2022, realisasi investasi tumbuh sebesar 42,1 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar dari penanaman modal asing (PMA) sebesar 54,9 persen atau secara nominal sebesar Rp 168,9 triliun. 

Sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 138,9 triliun atau memberi kontribusi sebesar 45,1 persen dari total investasi.  

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), investasi memberikan sumbangsih terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal III-2022, setelah konsumsi rumah tangga.

Konsumsi rumah tangga memberi sumbangsih sebesar 50,38 persen, investasi menyumbang sebesar 28,5 persen dan posisi ketiga disumbang oleh konsumsi pemerintah sebesar 7,57 persen.