Bendera Arab Saudi
JAKARTA - Otoritas Saudi membebaskan seorang pejabat senior kelompok Islam Palestina Hamas setelah lebih dari tiga tahun ditahan, kata seorang pejabat faksi Islam.
Ezzat El-Reshiq, seorang anggota biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pejabat itu, Mohammad Al-Khodary, 83, yang ditahan oleh otoritas Saudi pada 2019 bersama dengan lusinan lainnya, berada di dalam pesawat yang menuju ke Yordania.
"Saya berbicara dengannya dan dia dalam semangat yang baik. Dia berharap dan berdoa agar saudara-saudaranya yang ditahan dibebaskan," kata Reshiq.
Tidak ada jawaban segera dari pejabat Saudi atas permintaan Reuters untuk memberikan komentar.
Hamas dibentuk pada 1980-an sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin pan-Arab tetapi baru-baru ini menekankan basisnya sebagai gerakan pembebasan Palestina. Sebagian untuk meredakan permusuhan Mesir dan menarik dukungan dari negara-negara Arab yang kaya.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir telah menindak Ikhwanul Muslimin, yang mereka pandang sebagai ancaman terhadap sistem pemerintahan mereka.
Penahanan dan beberapa persidangan di depan pengadilan Saudi terhadap Khodary, mantan utusan Hamas untuk Kerajaan, dan lainnya, atas dasar dukungan mereka untuk Hamas, menyebabkan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan antara kedua belah pihak. Reshiq berharap pembebasan Khodary bisa membawa perbaikan.
"Kami sangat menghargai keputusan Kerajaan Arab Saudi. Kami berdoa agar langkah tersebut menjadi pengantar untuk membuka babak baru dan melihat pembebasan para tahanan yang tersisa," tambah Reshiq.