Pihak berwenang Rusia menangkap delapan orang setelah ledakan jembatan Krimea (foto: ctvnews.ca)
JAKARTA - Delapan dari 12 tersangka yang dicari dalam serangan akhir pekan di jembatan Krimea telah ditahan, kata dinas keamanan Rusia, Rabu.
Kyrylo Budanov, kepala intelijen militer Ukraina, diyakini sebagai dalang di balik serangan itu, lapor Dinas Keamanan Federal (FSB).
Bahan peledak yang digunakan dalam serangan itu dikirim dari kota pelabuhan Odesa di Ukraina melalui Bulgaria, Georgia, dan Armenia, dan disembunyikan dalam gulungan kamera, kata FSB.
Namun Andriy Yusov, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Ukraina, menolak penyelidikan Rusia atas ledakan itu sebagai "omong kosong."
"Seluruh aktivitas FSB dan Komite Investigasi adalah omong kosong. Ini adalah struktur palsu yang melayani rezim (Vladimir) Putin, jadi kami pasti tidak akan mengomentari pernyataan mereka selanjutnya," katanya kepada penyiar publik Ukraina Suspilned.
Presiden Putin menuduh intelijen Ukraina melakukan apa yang disebutnya "serangan teroris" Sabtu lalu di Jembatan Kerch, rute pasokan utama yang dibangun Rusia setelah mencaplok Krimea secara ilegal pada 2014. Ledakan itu terjadi di tengah bulan kedelapan perang Rusia di Ukraina.
Ledakan jembatan itu diikuti pada hari Senin oleh gelombang serangan udara Rusia di kota-kota Ukraina yang memancing kecaman luas dari masyarakat internasional.