• News

Antisipasi Krisis, NFA Ajak Masyarakat Budayakan Pola Pangan B2SA

Eko Budhiarto | Senin, 15/08/2022 10:17 WIB

Antisipasi Krisis, NFA Ajak Masyarakat Budayakan Pola Pangan B2SA Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (foto: ist)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) mengajak masyarakat untuk membudayakan pola pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Budaya pangan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang diversifikasi pangan.

Dalam momentum penyerahan penghargaan dari International Rice Researh Institute (IRRI), Minggu (14/8/2022) Presiden menekankan pentingnya diversifikasi pangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan.

"Diversifikasi pangan, hati-hati, kita tidak hanya bergantung pada beras, tetapi kita mulai juga untuk jenis-jenis pangan lainnya.Kita sudah mulai kemarin di Waingapu, NTT, Sorgum. Kemudian di beberapa provinsi, jagung juga besar-besaran, yang dulu harus impor 3,5 juta ton, hari ini kita hanya impor kira-kira 800 ribu ton. Ini sebuah lompatan yang sangat besar sekali, dan kita harapkan dengan terus menerus kita konsentrasi ke sana," papar Presiden.

Sejalan dengan arahan Presiden, Badan Pangan Nasional atau National Food Agency mendorong gerakan konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman atau (B2SA).

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, saatnya seluruh masyarakat membudayakan pola pangan B2SA.

"Banyak sumber pangan yang dapat dioptimalkan dan yang terpenting sesuai dengan kearifan lokal tiap daerah, " ujar Arief, seperti dikutip dari akun Instagram resmi NFA, Senin (15/8/2022).

Gerakan B2SA, lanjut Arief, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang lebih beragam. Tidak hanya beras, menurut dia, ada banyak pangan sumber karbohidrat lain yang potensial seperti jagung, sorgum, kentang, sagu, dan talas.

"Begitu pula sumber vitamin-mineral dan lainnya dapat dipenuhi aneka ragam pangan yang tumbuh di Tanah Air," kata Arief.

Dengan mengoptimalkan berbagai sumber pangan tersebut, Arief optimistis Indonesia dapat bertahan di tengah ancaman krisis pangan akibat dampak pandemi, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik global.

Keywords :


NFA Arief Prasetyo Adi
.