Gandum ditempatkan pada bendera Ukraina dan Rusia dalam ilustrasi gambar ini diambil 9 Mei 2022. Foto: Reuters
JAKARTA - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pada hari Selasa bahwa delegasi militer dari Turki, Rusia dan Ukraina akan bertemu dengan delegasi PBB untuk membahas ekspor gandum Ukraina yang aman.
Pertemuan itu akan berlangsung pada 13 Juli, hari ini, kata Akar. "Delegasi militer dari Turki, Rusia dan Ukraina dan delegasi PBB akan melakukan pembicaraan di Istanbul besok mengenai transfer aman gandum menunggu di pelabuhan Ukraina ke pasar internasional melalui rute laut," katanya.
Pembicaraan itu dilakukan pada saat harga pangan tertinggi secara global, karena konflik di Ukraina, pemasok biji-bijian terbesar di dunia, telah memicu kekhawatiran tentang keamanan pangan.
Turki telah memainkan peran kunci dalam pembicaraan antara PBB, Rusia dan Ukraina tentang koridor Laut Hitam yang potensial untuk mengekspor gandum dari Ukraina.
Ukraina telah berjuang untuk mengekspor barang, dengan banyak pelabuhannya diblokir saat perang berkecamuk di sepanjang pantai selatannya. Gandum merupakan hampir seperlima dari semua ekspornya, data resmi menunjukkan.
Kyiv menuduh Moskow mencuri gandum dari wilayah yang direbut oleh pasukan Rusia sejak invasi mereka dimulai pada akhir Februari. Kremlin, yang menyebut aksi tersebut sebagai "operasi militer khusus", telah membantah tuduhan tersebut.