Move On dari Irina Shayk, Bradley Cooper Jalin Hubungan dengan Mantan Asisten Hillary Clinton. (FOTO: WIRE IMAGE)
JAKARTA - Berpisah dari supermodel Irina Shayk pada 2019 lalu, tampaknya Bradley Cooper (47) mulai move on alias membuka diri.
Aktor dan sutradara film A Star Is Born tersebut digosipkan tengah menjalin hubungan dengan Huma Abedin (45), mantan asisten Hillary Clinton.
Menurut Page Six, mereka dikabarkan telah berkencan selama beberapa bulan setelah diperkenalkan oleh pemimpin redaksi Vogue, Anna Wintour.
Bradley Cooper dan Huma Abedin menghadiri acara Met Gala 2022 di New York City pada 2 Mei lalu secara terpisah.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait hubungan asmara keduanya.
Bradley Cooper berbagi hak asuh putrinya, Lea De Seine (5) dengan mantan pasangannya Irina Shayk.
Mereka putus pada 2019 setelah empat tahun bersama.
Kini Bradley Cooper tengah disibukkan dengan syuting film terbarunya, “Maestro”.
Ia juga menyutradarai film ini.
Kendati telah berpisah, hubungan menjadi orangtua untuk sang putri tetap terjalin harmonis.
Irina Shayk juga mendukung Bradley Cooper dengan menghadiri pemutaran perdana film Nightmare Alley pada Desember lalu.
Tentang menjadi ayah dari sang putri, Irina Shayk menjelaskan kepada majalah HIGHStyle September lalu, bahwa Bradley Cooper adalah ayah yang aktif.
Kepada Vogue Inggris pada 2020 Irina Shayk juga memuji mantan pasangannya.
"Saya pikir kami sangat beruntung untuk mengalami apa yang kita miliki satu sama lain,” katanya tentang hubungan masa lalunya.
Sementara Huma Abedin merupakan asisten lama Hillary Clinton.
Ia telah bercerai dengan Anthony Weiner, mantan anggota Kongres. Mereka memiliki putra berusia 10 tahun bernama Jordan.
Hubungan Huma Abedin dengan mantan suaminya sempat menjadi konsumsi publik. Ia merasa dipermalukan Weiner lantaran skandal seks.
Tahun lalu, Huma Abedin mengungkapkan peristiwa memalukan tersebut di dalam bukunya Both/And: A Life in Many Worlds tentang skandal seks Weiner dan bagaimana kontroversi tersebut memengaruhi kampanye kepresidenan Bill Clinton pada 2016.
Dalam sebuah wawancara pada Oktober lalu dengan CBS Sunday Morning, dia mempelajari kebenaran penuh dari perselingkuhan dan kesalahan Weiner.
"Saya memprosesnya dan saya telah pindah dan saya berharap dia baik-baik saja,” katanya.
Ketika ditanya apakah dia marah padanya, Huma Abedin menjawab, "Saya tidak bisa tinggal di ruang itu lagi. Saya mencobanya. Itu hampir membunuh saya."
Kepada PEOPLE pada November lalu, Huma Abedin mengaku melakukan terapi dan bekerja menemukan tempat yang baik dengan Weiner demi anak mereka.
"Anthony akan selalu ada dalam hidup saya karena dia adalah ayah dari anak saya. Saya ingin memastikan dia sehat, bahwa kami berada dalam hubungan yang sehat, bahwa putra kami melihat perilaku model yang sehat untuknya." (*)