Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat (Foto: Humas Kemendikdasmen)
MATARAM - Interactive Flat Panel (IFP) adalah perangkat papan digital interaktif yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Penggunaannya terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa serta membantu mereka lebih siap dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Penggunaan teknologi pembelajaran yang interaktif ini tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik, tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.
Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke SMP Negeri 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar berdialog langsung dengan para siswa yang baru saja menyelesaikan TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bagaimana IFP dari Bapak Presiden Prabowo bisa dimanfaatkan secara baik oleh anak-anak kita dan bisa membantu proses pembelajaran, termasuk membantu mereka menghadapi TKA,” ujar Wamen Fajar di Mataram, pada Selasa (14/4).
Berdasarkan dialog dengan siswa, Wamen Fajar mengungkapkan bahwa penggunaan IFP membuat mereka lebih familiar dengan teknologi, sehingga membantu dalam mengerjakan soal TKA yang berbasis digital.
Siswa juga menilai bahwa pembelajaran dengan IFP memudahkan mereka memahami materi serta terbiasa dengan model soal yang menguji kemampuan literasi dan logika.
Wamen Fajar menambahkan bahwa desain soal TKA memang diarahkan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi peserta didik.
“Mereka menyadari soal semacam inilah yang memang dibutuhkan agar nanti ketika masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kemampuan literasi dan numerasi merupakan salah satu fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam membangun kualitas pembelajaran di Indonesia.
Guru Matematika SMP Negeri 6 Mataram, Defi Kamilia, menjelaskan bahwa materi TKA selaras dengan kurikulum yang telah dipelajari siswa di sekolah.
Menurutnya, model soal TKA yang berbasis numerasi dan kontekstual mendorong siswa untuk lebih analitis dalam menjawab soal.
“Kami menyiapkan latihan dan pengayaan karena model soal TKA berbasis numerasi dengan berbagai konteks. Siswa harus terbiasa menganalisis menjawab soal pilihan ganda kompleks dan kategori,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak awal tahun melalui penyusunan soal bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta pemanfaatan berbagai sumber, termasuk simulasi TKA dari Kemendikdasmen.
Sebanyak 456 siswa di SMP Negeri 6 Mataram mengikuti TKA yang dilaksanakan dalam empat gelombang, dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, termasuk perangkat komputer dan jaringan internet yang stabil.
Dari sisi peserta didik, pengalaman belajar menggunakan IFP dirasakan sangat membantu. Salah satu siswa, Pande, mengaku bahwa pembelajaran dengan IFP membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.
“Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan membantu untuk menjawab soal TKA. Kami juga jadi terbiasa menggunakan teknologi, karena TKA dikerjakan dengan laptop,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa soal TKA berbentuk cerita dan menguji kemampuan berpikir logis, sehingga menuntut pemahaman yang lebih mendalam.
Hal senada disampaikan oleh siswa lainnya, Keyla, yang menilai bahwa materi dan model soal TKA sesuai dengan apa yang telah dipelajari di sekolah.
“Soalnya sesuai dengan yang diajarkan di kelas 7 sampai 9, jadi lebih mudah karena sebelumnya sudah latihan,” ujarnya.
Pemanfaatan IFP dalam pembelajaran ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi asesmen berbasis digital.
Dengan dukungan pembelajaran yang interaktif dan adaptif, diharapkan siswa dapat lebih percaya diri serta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pelaksanaan TKA.