• News

10 Juli 1985 Peristiwa Pengeboman dan Penenggelaman Kapal Rainbow Warrior

Tri Umardini | Minggu, 10/07/2022 17:30 WIB
10 Juli 1985 Peristiwa Pengeboman dan Penenggelaman Kapal Rainbow Warrior Kapal Rainbow Warrior. (FOTO: GETTY IMAGES)

JAKARTA - Peringatan Hari Pengeboman dan Penenggelaman Kapal Rainbow Warrior pada 10 Juli.

Di hari inilah terjadi satu peristiwa penting yaitu adanya Pengeboman dan Penenggelaman Kapal Rainbow Warrior.

Tepatnya pada tanggal 10 Juli 1985, terjadinya pengeboman dan penenggelaman Kapal Rainbow Warrior.

Apa itu Kapal Rainbow Warrior?

Dan bagaimana sejarah terjadinya persitiwa pengeboman dan penenggelaman tersebut?

Kapal Rainbow Warrior sendiri merupakan kapal milik organisasi Greenpeace.

Greenpeace merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada isu ketahanan lingkungan global.

Kapal itu kemudian dibom dan ditenggelamkan secara sadis oleh Prancis.

Prancis melakukan kekejaman itu secara diam-diam.

Sebagai dampak protesnya dimana Prancis dilarang untuk melakukan uji coba nuklir.

Karena uji coba nuklir tersebut akan menganggu ketahanan lingkungan global.

Dilansir dari Greenpeace, peristiwa pengeboman dan penenggelaman itu terjadi pada tengah malam.

Dan saat itu, Kapten Pete Willcox dan banyak anggota kru lainnya sudah tertidur.

Sementara fotografer Fernando Pereira masih mengobrol di sekitar meja ruang makan.

Dan tiba-tiba terdengar ledakan.

Mereka yang sudah berada di dek berebut menaiki tangga atau melompat ke tempat yang aman di dermaga.

Dalam beberapa menit, mereka melihat tiang baja kapal miring ke arah mereka.

Lalu fotografer Greenpeace kelahiran Portugal, Fernando Pereira terjebak dalam aliran air dan tenggelam.

Diketahui bahwa pengeboman dan penenggelaman kapal Rainbow Warrior ini merupakan perbuatan keji Prancis.

Dilakukan oleh agen dinas rahasia Prancis dengan menyelipkan dua paket bahan peledak yang dibungkus dan disembunyikan dalam peralatan selam di kapal tersebut.

Prancis melakukan tindakan keji itu sebagai bentuk protesnya di mana Prancis tidak diizinkan untuk mencoba uji coba nuklirmya.

Greenpeace menolak untuk memberikan izin uji coba nuklir karena akan berdampak buruk dalam ketahanan lingkungan global.

Sehingga, Prancis tega melakukan tindakan itu.

Awalnya, Pemerintah Prancis menyangkal semua berita yang menuduh Prancis yang melakukan operasi itu.

Tetapi secara jelas, Mantan Perdana Menteri Prancis, Laurent Fabius tampil di televisi dan mengatakan kepada publik hal yang mengejutkan.

Agen DGSE (Dinas Rahasia Prancis) yang telah menenggelamkan Kapal Rainbow Warrior ini.

Agen tersebut bertindak atas perintah. (*)