Ilustrasi: Bendera China dan Australia. Foto: Reuters
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan pertemuan dengan mitranya dari China adalah "langkah pertama menuju stabilisasi hubungan" tetapi akan membutuhkan waktu bagi Beijing untuk menghilangkan "pemblokiran" perdagangan di Australia.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Wong di sela-sela pertemuan G20 di Bali pada Jumat malam, pertemuan pertama antara menteri luar negeri mitra dagang utama dalam tiga tahun. "Kami berdua mengakui itu adalah langkah pertama," kata Wong kepada wartawan setelah pertemuan itu.
Dia telah mengangkat kasus jurnalis Australia yang ditahan Cheng Lei dan Yang Hengjun, dan "pemblokiran perdagangan" yang dikenakan China pada produk Australia, katanya. "Tetap pada posisi pemerintah bahwa hambatan perdagangan itu harus dihilangkan," katanya.
China adalah mitra dagang terbesar Australia dan pelanggan terbesar untuk bijih besinya, tetapi hubungan telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
China memberlakukan sanksi perdagangan terhadap produk-produk Australia mulai dari batu bara hingga makanan laut dan anggur sebagai tanggapan atas kebijakan dan keputusan seperti seruan Canberra untuk menyelidiki asal-usul COVID-19, larangan jaringan 5G terhadap Huawei, dan investigasi campur tangan asing.
Beijing telah meminta Australia untuk mengambil "tindakan nyata" untuk memulai kembali hubungan itu. "Kami adalah pemerintah yang telah membuat keputusan tertentu berdasarkan kepentingan nasional kami dan keamanan nasional kami dan kedaulatan kami dan kami tidak akan melepaskan diri dari itu," kata Wong.
Adalah kepentingan Australia dan China untuk menstabilkan hubungan, namun "itu akan memakan waktu," tambahnya.
Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan menjelang pertemuan pada hari Jumat bahwa "hubungan China-Australia yang sehat dan stabil adalah demi kepentingan kedua bangsa".
"Hubungan politik yang stabil dan sehat adalah prasyarat dan jaminan untuk kerja sama praktis. Tidak ada mode auto-pilot untuk meningkatkan hubungan China-Australia," katanya pada briefing reguler di Beijing.
Pertemuan antara Australia dan China di Bali terjadi beberapa hari menjelang pertemuan para pemimpin kepulauan Pasifik di Fiji. Dorongan China untuk memperluas hubungan keamanannya di Pasifik Selatan, yang ditentang oleh Australia, akan dibahas pada pertemuan di Fiji.
Diskusi "terus terang" dengan Wang juga mencakup keamanan dan stabilitas kawasan, kata Wong.
Pada hari Jumat, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan kawasan Pasifik berada dalam periode persaingan strategis dan China menjadi "lebih agresif".
"Posisi Australia adalah bahwa kami akan terus terlibat dan bekerja sama, kami ingin bekerja sama dengan China di mana pun kami bisa. Tetapi kami akan membela nilai-nilai Australia ketika kami harus melakukannya," katanya kepada wartawan di Sydney.