Foto dari tempat kejadian menunjukkan Abe pingsan di jalan dengan darah terlihat di bajunya, dikelilingi oleh keamanan (foto: actualnewsmagazine.com)
JAKARTA - Insiden penembakan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Jumat saat berkampanye di kota Nara mengundang reaksi dari sejumlah perwakilan negara-negara asing.
Berikut adalah sebagian dari reaksi tersebut:
Menlu AS Anthony Blinken:
"Saya harus mengatakan sebelum pertemuan kami, betapa berduka dan khawatirnya kami atas berita yang datang dari Jepang terkait percobaan pembunuhan Perdana Menteri Abe. Kami tidak mengetahui kondisinya, kami tahu bahwa ia telah ditembak dan pikiran doa kami menyertainya dan keluarganya, serta bersama masyarakat Jepang. Ini adalah momen yang sangat, sangat sedih dan kami menantikan kabar dari Jepang."
Dubes AS untuk Jepang Rahm Emmanuel:
"Abe-san telah menjadi pemimpin yang hebat bagi Jepang dan sekutu yang tak goyah bagi AS."
"Pemerintah AS dan masyarakatnya berdoa untuk keselamatan Abe-san, dan kebaikan keluarganya, dan masyarakat Jepang."
Menlu RI Retno Marsudi:
Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah mewakili Menlu RI mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Menlu menyampaikan simpatinya atas nama para Menlu G20 kepada Menlu Jepang."
Pimpinan Taiwan Tsai Ing-Wen dalam unggahan di Facebook:
"Saya yakin semua orang sama terkejut dan sedihnya seperti saya. Taiwan dan Jepang demokratis dengan supremasi hukum. Atas nama administrasi saya, saya mengutuk keras tindakan kekerasan dan ilegal. "Mantan Perdana Menteri Abe bukan hanya teman baik saya, tetapi juga teman setia Taiwan. Dia telah mendukung Taiwan selama bertahun-tahun dan berusaha keras untuk mempromosikan kemajuan hubungan Taiwan-Jepang."
Mantan Menteri Olimpik Yoshitaka Sakurada, saat tiba di Markas Partai LDP:
"Saya tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi di abad ke-21. Masih ada Rusia, yang juga di luar dugaan, tapi saya tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi di Jepang."