• News

Ukraina Desak Kanada untuk Tidak Serahkan Turbin Gas ke Rusia

| Jum'at, 08/07/2022 12:05 WIB

Ukraina Desak Kanada untuk Tidak Serahkan Turbin Gas ke Rusia Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berfoto di Kyiv, Ukraina 8 Mei 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Ukraina menentang Kanada menyerahkan turbin ke Gazprom yang dikendalikan negara Rusia untuk pasokan gas alam ke Jerman karena langkah itu akan bertentangan dengan sanksi terhadap Rusia, kata sumber kementerian energi Ukraina kepada Reuters, Kamis.

Gazprom (GAZP.MM) memangkas kapasitas di sepanjang pipa Nord Stream 1 menjadi hanya 40% dari level biasanya bulan lalu, dengan alasan keterlambatan pengembalian peralatan yang dilayani oleh Siemens Energy Jerman (ENR1n.DE), (SIEGn.DE) di Kanada.

"Sanksi itu melarang pemindahan peralatan apa pun yang terkait dengan gas," kata sumber kementerian energi itu.

"Jika Tuhan melarang, keputusan ini disetujui, kami pasti akan mengimbau rekan-rekan Eropa kami bahwa pendekatan mereka harus dinilai kembali. Karena jika negara-negara tidak mengikuti keputusan yang telah mereka sepakati tentang sanksi, bagaimana kita bisa berbicara tentang solidaritas?"

Kementerian Sumber Daya Alam Kanada tidak segera membalas permintaan komentar. Kementerian ekonomi dan luar negeri Jerman tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sumber senior kementerian energi mengatakan kepada Reuters bahwa Ukraina memiliki informasi bahwa Kanada sedang bersiap untuk menyerahkan turbin.

Keputusan untuk mengembalikan turbin telah diambil, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan. Sumber tersebut juga menambahkan bahwa Kanada dan Jerman tidak ingin turbin menjadi alasan bagi Rusia untuk memotong pasokan gas melalui pipa Nord Stream 1.

Menteri Energi Ukraina German Galushchenko pada bulan Juni melobi Kanada untuk tidak mengembalikan turbin ke raksasa gas alam Rusia, menurut surat yang dilihat oleh Reuters.

Menteri berargumen dalam surat itu bahwa Rusia masih memiliki kapasitas lebih dari cukup melalui rute transitnya untuk mempertahankan pasokan tanpa turbin yang berlokasi di Kanada.

“Ada tujuh turbin, ini hanya satu, dan yang sekarang beroperasi cukup untuk kapasitas penuh,” kata sumber kementerian energi.

Ukraina menuduh Moskow menggunakan pasokan gas alam sebagai senjata untuk menekan sekutu Eropa Kyiv untuk mengurangi dukungan mereka untuk Ukraina karena menangkis invasi Rusia 24 Februari.

Komunitas besar Ukraina di Kanada juga telah melobi pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau untuk tidak mengembalikan turbin ke Rusia.

Kyiv telah berulang kali menyerukan lebih banyak sanksi untuk dijatuhkan. "Jika keputusan dibuat oleh Kanada untuk menyerahkan turbin, terlepas dari apakah itu ke Gazprom atau ke Jerman untuk menyerahkannya lebih lanjut, ini akan menjadi preseden dari dua negara G7 yang menghindari sanksi yang dikenakan terhadap Rusia," kata sumber kementerian energi.