• News

Ratusan Migran Afrika Serbu Perbatasan Spanyol untuk Masuk Eropa

Yati Maulana | Jum'at, 24/06/2022 21:05 WIB
Ratusan Migran Afrika Serbu Perbatasan Spanyol untuk Masuk Eropa Migran Afrika menyeberang ke Eropa melalui jalur laut. Foto: Reuters

JAKARTA - Sekitar 400 migran pada hari Jumat menyerbu pagar tinggi yang menutup daerah kantong Spanyol di Afrika Utara Melilla. Beberapa kelompok besar di antaranya berhasil menyeberang dari Maroko setelah bentrokan dua jam dengan petugas perbatasan, kata pihak berwenang Spanyol.

Melilla dan Ceuta, daerah kantong Spanyol kedua yang juga berada di pantai utara Afrika, selama dekade terakhir menjadi titik perlintasan populer bagi migran Afrika ilegal yang mencoba masuk ke Eropa.

"Sekelompok besar sub-Sahara menerobos gerbang akses pos pemeriksaan perbatasan Barrio Chino dan memasuki Melilla dengan melompati atap pos pemeriksaan," kata otoritas perwakilan pemerintah Spanyol di sana dalam sebuah pernyataan, tanpa mengatakan berapa banyak yang menyeberang.

Penyerbuan perbatasan dimulai sekitar pukul 06:40 waktu setempat dan penyeberangan terjadi pada pukul 08:40, "meskipun ada operasi ekstensif oleh pasukan Maroko," katanya.

Serangan itu adalah yang signifikan pertama ke kedua kantong itu sejak pertengahan Maret, ketika Spanyol mengadopsi sikap pro-Maroko atas Sahara Barat, sebuah wilayah yang dianggap Rabat miliknya tetapi di mana gerakan kemerdekaan yang didukung Aljazair menuntut pembentukan negara berdaulat.

Pada minggu-minggu pertama 2022 sebelum pergeseran itu, masuknya migran ke dua daerah kantong itu meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Pada pertengahan 2021, sebanyak 8.000 orang berenang ke Ceuta atau memanjat pagar selama beberapa hari, mengambil keuntungan dari pengangkatan jaring keamanan di sisi perbatasan Maroko menyusul pertengkaran diplomatik bilateral.