• News

Turki Selidiki Klaim Pengiriman Curian Gandum Ukraina oleh Rusia

| Jum'at, 24/06/2022 12:15 WIB

Turki Selidiki Klaim Pengiriman Curian Gandum Ukraina oleh Rusia Gandum ditempatkan pada bendera Ukraina dan Rusia dalam ilustrasi gambar ini diambil 9 Mei 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Kamis bahwa Ankara sedang menyelidiki klaim bahwa gandum Ukraina telah dicuri oleh Rusia dan dikirim ke negara-negara termasuk Turki, tetapi menambahkan penyelidikan belum menemukan pengiriman yang dicuri sejauh ini.

Duta Besar Kyiv untuk Ankara mengatakan pada awal Juni bahwa pembeli Turki termasuk di antara mereka yang menerima gandum yang telah dicuri Rusia dari Ukraina. Dia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan Turki untuk mengidentifikasi dan menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas dugaan pengiriman tersebut.

Rusia sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa mereka telah mencuri gandum Ukraina. Kremlin menegaskan pada hari Kamis bahwa mereka tidak mencuri biji-bijian.

Berbicara pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss di Ankara, Cavusoglu tampaknya menyangkal klaim Ukraina tentang pengiriman gandum curian yang tiba di Turki, dengan mengatakan bahwa Ankara belum melihat kasus seperti itu dan telah memberi tahu Kyiv tentang setiap hasil penyelidikan.

"Kami menanggapi setiap klaim dengan serius dan melakukan investigasi berdasarkan klaim ini. Kami melihat bahwa pelabuhan keberangkatan kapal dan asal barang adalah Rusia dalam catatan, berdasarkan investigasi yang kami lakukan setelah klaim dibuat tentang Turki," dia berkata.

"Kami menentang biji-bijian Ukraina atau barang-barang lain yang diambil oleh Rusia atau negara lain dan kemudian secara tidak sah, secara ilegal dijual ke pasar internasional, dan kami, sebagai Turki, tidak akan mengizinkan barang-barang ini datang kepada kami," tambah Cavusoglu.

Kementerian luar negeri Ukraina tidak segera mengomentari masalah ini.
Kyiv telah mengkritik keengganan Turki untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia sejak invasi Moskow pada 24 Februari, tetapi juga berterima kasih kepada Ankara atas dukungan diplomatik dan militernya untuk mengakhiri perang, termasuk menjadi tuan rumah bagi pejabat dari kedua belah pihak untuk pembicaraan damai.

Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global, sementara Rusia juga mengekspor pupuk dan minyak jagung dan bunga matahari Ukraina. Tetapi pengiriman biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Laut Hitamnya terhenti sejak Rusia menginvasi, dengan sekitar 20 juta ton biji-bijian tertahan.

PBB telah mengimbau kedua negara, serta tetangga maritim Turki, untuk membuat koridor laut bagi biji-bijian Ukraina untuk diekspor dari Laut Hitam.Ankara, yang telah mendukung rencana yang dipimpin PBB, telah mengadakan pembicaraan dengan Moskow dan PBB, tetapi mengatakan semua pihak harus bertemu untuk kesepakatan akhir.

Cavusoglu mengatakan pada hari Kamis bahwa Ankara lebih fokus pada pembicaraan dengan Moskow saat ini untuk mengatur pertemuan empat arah di Istanbul untuk membahas rincian rencana tersebut.