Wakil Ketua MPR Syarief Hasan ketika melakukan silaturahmi sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada warga Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 15 Juni 2022.(foto: Humas MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan SE., MM., MBA atau panggilan akrabnya Syarief Hasan menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 15 Juni 2022.
Syarief Hasan mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sebab telah mempercayai dan mengamanatkan dirinya menjadi wakil rakyat dari Dapil Cianjur dan Bogor.
“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih”, tuturnya.
Di panggung, Syarief Hasan dengan lantang mengatakan dirinya berbahagia bisa hadir bersilaturahmi dengan warga yang datang dari Cianjur dan Bogor. Dikatakan ia bersilaturahmi dengan warga di sana sudah dua kali. “Pertama saya ke Suka Tani di siang hari, yang kedua pada malam hari ini, dan mudah-mudahan yang ketiga nanti saat sholat subuh, kita sholat subuh berjamaah, setuju”? ujarnya.
Kepada wartawan, pria yang meraih gelar profesor dari Universitas Negeri Makassar itu mengatakan kegiatan yang digelar malam itu merupakan kegiatan untuk silaturahmi, serap aspirasi dan Sosialisasi Empat Pilar MPR, ujarnya. Sosialisasi yang digelar menurutnya dilakukan dengan berbagai macam metode, salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Suka Tani malam itu.
Dalam kesempatan tersebut, pria asal Sulawesi Selatan itu mendengar berbagai keluhan masyarakat. Banyak yang mengadukan kenaikan harga sembako dan kebutuhan keseharian lainnya. “Nah, keluhkan mereka kita serap”, ungkapnya. Dengan bertatap muka, menurutnya, ia bisa mendengar apa yang dirasakan oleh masyarakat. “Mereka juga menyampaikan harapan dan apa yang dikehendaki ke depan”, tambahnya.
Menghadapi masalah hidup yang semakin sulit, Syarief Hasan mengajak semua untuk melakukan perubahan. “Masyarakat ingin ada kemudahan dalam hidup keseharian”, paparnya. “Masyarakat tidak ingin harga kebutuhan pokok seperti saat ini”, tegasnya.