Ilustrasi
JAKARTA - Setelah Malaysia menghentikan ekspor, Indonesia akan mengambilalih pasokan ayam ke Singapura. Apalagi, Indonesia tengah mengalami kelebihan pasokan di dalam negeri.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan Indonesia akan mendorong ekspor ayam ke Singapura.
"Ini ada hubungannya dengan krisis global yang ada, sehingga sangat menarik karena Singapura akan sangat membutuhkan pasokan ayam," ujar Susiwijono dalam media briefing Global Crisis Response Group (GCRG) di Jakarta, Jumat (10/6/2022).
Dunia kini sedang menghadapi tiga krisis yang disebabkan oleh konflik Rusia dan Ukraina, yakni krisis pangan, energi, dan keuangan.
Menurut Susiwijono, Indonesia saat ini mengalami kelebihan pasokan ayam hingga terdapat jutaan suplai ayam setiap harinya. Dengan demikian, kondisi tersebut menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan.
Meski begitu, rencana tersebut masih dalam tahap awal dan masih akan didiskusikan lebih lanjut sebelum disampaikan detailnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian dan Industri Makanan (MAFI) Malaysia mulai memberlakukan larangan ekspor ayam dan akan memastikan tidak ada aktivitas ekspor sejak 1 Juni 2022, sejalan dengan keputusan kabinet pada 23 Mei lalu.
Larangan ekspor akan diberlakukan melalui Departemen Layanan Karantina dan Inspeksi Malaysia (MAQIS), kata MAFI seperti dikutip Bernama, Rabu (1/6).
Kementerian itu mengatakan akan memastikan larangan ekspor dijalankan. Izin-izin yang mencakup ekspor ayam hidup, karkas ayam utuh, potongan daging ayam, dan produk makanan berbahan dasar ayam tidak akan dikeluarkan lagi.
Semua persetujuan izin untuk mengeluarkan komoditas mulai 1 Juni 2022 dibatalkan dan diblokir.
Pengawasan fisik di semua pintu keluar dilakukan oleh aparat penegak MAQIS (Malaysian Quarantine and Inspection Services) dan kegiatan ekspor ayam dilarang.