Gambar diam diambil dari acara TV pemerintah Rusia Aiden Aslin dan Shaun Pinner, pejuang Inggris yang ditangkap di kota Mariupol. ( sumber: Reuters)
JAKARTA - Tiga tentara bayaran asing - dua warga negara Inggris dan seorang Maroko - dikatakan telah berjuang untuk Ukraina dalam perang Rusia-Ukraina dijatuhi hukuman mati pada hari Kamis oleh pengadilan di daerah kantong independen yang memproklamirkan diri Donetsk.
Warga Inggris Aiden Aslin dan Shaun Pinner dan Maroko Saladin Brahim mengambil bagian dalam "permusuhan di sisi angkatan bersenjata Ukraina dalam kapasitas tentara bayaran," menurut kantor berita pemerintah Rusia TASS.
Mereka mengaku bersalah atas semua tuduhan, kata laporan itu.
Ketiganya berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut, tambahnya.
Donetsk dan Luhansk – keduanya bagian dari wilayah Donbas timur Ukraina, berbatasan dengan Rusia – adalah tempat pemberontakan yang didukung Rusia mulai tahun 2014, ketika Rusia secara ilegal mencaplok Semenanjung Krimea Ukraina.
Menjelang Rusia memulai perang Ukraina pada 24 Februari ini, Presiden Vladimir Putin mengakui “kemerdekaan” Donetsk dan Luhansk.
Seperti halnya Krimea, seluruh Donbas masih diakui secara internasional sebagai wilayah Ukraina, dan angkatan bersenjata negara itu terus berjuang untuk itu.