Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (foto: ist)
JAKARTA - Kepala Badan Pangan atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mendorong agar harga Gabah Kering Panen (GKP) terjaga di level Rp4.200/kg.
Arief menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Beras DIY (Perpadi DIY), Sabtu (28/5/2022).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan empat kabupaten di DIY. Yakni Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunung Kidul.
Dikutip dari akun Instagram resmi NFA, Senin (30/5/2022) pagi, Arief menegaskan pentingnya menjaga harga Gabah Kering Panen (GKP) pada level Rp4.200/kg. Di samping itu, juga ditekankan pula pentingnya kontribusi Bulog dalam membantu volume penyerapan.
Hal tersebut diperlukan agar harga tidak jatuh, baik sebagai cadangan beras pemerintah maupun komersial.
Selain melakukan penyerapan, Bulog juga diharapkan dapat menyalurkan beras melalui program-program pemerintah, seperti BPNT, penanggulangan bencana, stabilisasi harga, dan lain-lain. Hal ini perlu dilakukan agar stok Bulog dapat berputar dan mutu beras selalu dalam keadaan baik.
Untuk itu, Arief menekankan kembali pentingnya koordinasi dengan Lembaga dan Kementerian terkait, baik di tingkat nasional ataupun daerah.
"Kami Badan Pangan Nasional menyampaikan perlunya kita memiliki Stok Pangan Nasional dengan Dinamyc Stock," ujar Arief.
Dinamyc Stock, kata Arief, juga sebagai antisipasi dari rencana pembatasan ekspor beras dari beberapa negara seperti India, Vietnam dan Thailand. Hal ini pun merupakan masukan dari berbagai diskusi dengan beberapa pakar Prof Arif Satria (Rektor IPB) dan Prof Ali dari Universitas Gajah Mada, serta beberapa instansi terkait.