• Hiburan

Menang atau Kalah Melawan Johnny Depp, Amber Heard akan Tetap Dianggap Pecundang, Ini Sebabnya

| Jum'at, 27/05/2022 20:01 WIB

Menang atau Kalah Melawan Johnny Depp, Amber Heard akan Tetap Dianggap Pecundang, Ini Sebabnya Amber Heard menjadi emosional saat bersaksi tentang dugaan pelecehan dan kekerasan seksual Johnny Depp di pengadilan. (FOTO: REUTERS)

JAKARTA - Sidang kasus pencemaran nama baik aktor Hollywood, Johnny Depp dan Amber Heard masih digelar di Pengadilan Virginia.

Persidangan kasus Johnny Depp dan mantan istrinya Amber Heard terus jadi sorotan. 

Selama berjalannya persidangan kasus Johnny Depp, Amber Heard selalu jadi olok-olok di media sosial. 

Kata-kata kasar terhadap Amber Heard ini dinilai Pakar Keadilan Gender menunjukkan bahwa sebagai masyarakat kita gagal.

Selama berminggu-minggu, meme yang menyebut Amber Heard sebagai pembohong, psikopat, dan manipulator telah membanjiri media sosial. 

Warganet mengolok-olok rambut, pakaian, dan ekspresi wajahnya, dan kadang-kadang bahkan berharap Amber Heard mati. 

Di TikTok, tagar #justiceforjohnnydepp telah dilihat 16,3 miliar kali—dibandingkan dengan #justiceforamberheard yang hanya 53,6 juta (bahkan tidak mendekati 1 persen). 

Kata-kata kasar yang dilayangkan pada pemeran Mera di film Aquaman ini bukan hanya mengecewakan tetapi juga bakal memengaruhi cara kaum muda memahami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Belum ada putusan bersalah pada Amber Heard, namun dari penilaian Pakar Keadilan Gender seperti dikutip dari Vice News, berdasarkan penelitian, Amber Heard sudah disebut sebagai pecundang.

Kenyataannya dalam berbagai obrolan di grup, di bar, percakapan saat makan malam, Amber Heard tetap akan disebut sebagai pecundang bahkan meski ia menang sekalipun dalam sidang melawan Johnny Depp

Menurut Mandi Gray, Pakar Keadilan Gender dan peneliti di University of Calgary, "Bahkan mungkin akan lebih buruk baginya, jika dia menang."

"Penghinaan publik menurut saya akan meningkat," kata Mandi Gray. 

Sejumlah konten pro Johnny Depp terus mengemuka.

Bahkan Vice World News menemukan sebuah laman disebut menggunakan troll dan bot untuk menyebarkan konten yang membela aktor Pirates of the Caribbean.

Lalu ada pembuat konten yang mulai mengomentari uji coba untuk mendapatkan pengikut dan pengaruh.

Belum lagi gelontoran iklan pro Johnny Depp yang menghabiskan ribuan dolar. 

Hingga banyak yang kemudian mengolok-olok Amber Heard dengan kata-kata kasar. 

Menurut Mandi Gray ini adalah hal yang memalukan. 

"Kita secara kolektif sebagai masyarakat telah mengecewakan Amber Heard. Bahkan saya tidak berpikir kami hanya gagal pada Amber Heard,” katanya.

“Namun, kami telah mengecewakan semua wanita yang pernah mengalami kekerasan gender,” kata Mandi Gray.

Menurut Mandi Gray terlepas apakah masyarakat percaya pada Johnny Depp maupun Amber Heard atau keduanya, namun banyak masyarakat yang justru membuat pelecehan tersebut berlaku berulang kali.

Masyarakat secara aktif bukan hanya menerima tetapi juga membagikan anti Amber Heard.

"Ini yang kemudian membuat Johnny Depp dalam beberapa hal unggul," kata Mandi Gray.

Selama berminggu-minggu, pengadilan kasus Johnny Depp dan Amber Heard ini telah mendengar kesaksian mengerikan dari keduanya.

Foto-foto Amber Heard dengan wajah memar dan bengkak, serta rambut rontok dari kulit kepalanya, menyertai beberapa tuduhan pelecehan yang dia alami dari tangan Depp.  

Johnny Depp mengatakan Amber Heard memotong ujung jarinya (pada saat itu, dia memberi tahu orang-orang bahwa dia melakukannya sendiri.)

Selama pertengkaran itulah, Amber Heard mengatakan Johnny Depp berulang kali melemparkan kaca dan menembusnya dengan botol.

Amber Heard mengatakan kepada pengadilan bahwa Johnny Depp memegang botol pecah ke rahangnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan mengukir wajahnya.

Komentar yang menyertai siaran langsung persidangan telah menyebut gambar cedera Amber Heard sebagai photoshop dan mengirim spam kesaksiannya dengan emoji muntah. 

Beberapa pembela keadilan berbasis gender mengatakan bahwa Amber Heard harus dipercaya.

Komentar pedas sudah menyebabkan efek pembungkaman.

Beberapa pembaca mengatakan bahwa mereka terlalu takut untuk berbicara menentang Johnny Depp karena mereka tidak ingin gerombolannya menyerang mereka. (*)