Seorang pengendara sepeda melewati bendera putih yang mewakili orang Amerika yang telah meninggal karena penyakit coronavirus (Covid-19), ditempatkan di atas 20 hektar National Mall, di Washington, AS, 17 September 2021. (foto: REUTERS/usnews.com)
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (12/5) menyebut jumlah 1 juta warga Amerika meninggal karena Covid-19 sebagai "tonggak sejarah yang tragis." Jumlah kematian ini menjadi yang tertinggi di dunia.
"Setiap nyawa yang hilang tak dapat tergantikan." kata Biden dalam sebuah pernyataan Gedung Putih yang dirilis pada pagi hari.
"Masing-masing dari mereka yang meninggalkan keluarga, komunitas, dan bangsa selamanya berubah karena pandemi ini," kata Biden, seraya mendesak Amerika Serikat agar kebal terhadap duka ini namun "tetap waspada terhadap pandemi ini."
Biden juga menyerukan upaya untuk "mengerahkan upaya maksimal demi menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa, seperti yang kita lakukan dengan lebih banyak pengujian, vaksin, dan perawatan dibandingkan sebelumnya."
"Sangat penting bahwa Kongres mempertahankan sumber daya ini dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.
Data terbaru dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa total kasus Covid-19 yang dilaporkan di seluruh Amerika Serikat telah menembus 82 juta, yang juga menjadi yang tertinggi di dunia.