• News

Royalis Merasa Diejek, Tentara Thailand Boikot Pengecer Online Lazada

| Selasa, 10/05/2022 08:15 WIB

Royalis Merasa Diejek, Tentara Thailand Boikot Pengecer Online Lazada Gudang Lazada di Depok, Jawa Barat, Indonesia. Foto: Reuters

JAKARTA - Tentara Thailand mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan melarang 245.000 anggotanya menggunakan salah satu situs e-commerce terbesar di Asia Tenggara untuk tujuan resmi setelah kaum royalis mengatakan sebuah video promosi muncul untuk mengejek keluarga kerajaan.

Thailand memiliki undang-undang lese majeste yang ketat dan pengadilan dapat menjatuhkan hukuman penjara hingga 15 tahun untuk setiap pelanggaran yang mencemarkan nama baik, menghina, atau mengancam Raja Maha Vajiralongkorn, ratu, pewaris, atau bupati.

Warga yang setia kepada raja mengeluh bahwa video di halaman Facebook Lazada yang menampilkan seorang wanita mengenakan kostum tradisional Thailand duduk di kursi roda adalah referensi terselubung untuk anggota keluarga kerajaan.

Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital Chaiwut Thanakamanusorn mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap influencer media sosial dan agen periklanan yang bertanggung jawab atas video tersebut, dan terhadap Lazada.

Juru bicara Angkatan Darat Kolonel Sirichan Ngathong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa video itu "menyerang kerajaan" dan "menyebabkan perpecahan dalam masyarakat Thailand".

"Tentara sekarang memiliki kebijakan untuk melarang semua unit tentara dan kegiatan terkait tentara memesan barang dagangan dari platform Lazada atau mengirimkan barang dari Lazada," kata Sirichan.

Lazada, cabang Asia Tenggara dari Alibaba Group Holdings (9988.HK), tidak mengomentari boikot tersebut. Sebelumnya meminta maaf atas "kerusakan emosional" yang disebabkan oleh video tersebut dan mengatakan seharusnya lebih berhati-hati.

Setidaknya setengah lusin bisnis Thailand, termasuk beberapa yang dijalankan oleh istana, juga telah menangguhkan penggunaan platform karena video tersebut.