Rudal Balistik Korea Utara. Foto: Yonhap
JAKARTA - Korea Utara menembakan kembali rudal balistik mereka yang diluncurkan dari kapal selam mereka (SLBM) pada hari Sabtu (7/5) menjelang pelantikan Presiden terpilih Korea Selatan “Yoon Suk-yeol”.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran di perairan lepas pantai timur kota Sinpo di utara pada pukul 14:07.
"Otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang melakukan analisis rinci untuk informasi tambahan," kata JCS dalam pesan teks yang dikirim kepada wartawan.
“Mempersiapkan kemungkinan peluncuran tambahan, militer kami, bekerja sama erat dengan AS, terus mengawasi pergerakan terkait dan mempertahankan postur kesiapan,” tambahnya dilansir dari Yonhap.
Sekutu telah dengan hati-hati mengamati upaya Korea Utara untuk memperoleh SLBM operasional yang dilihat sebagai aset tangguh yang mampu meluncurkan serangan nuklir pembalasan kejutan.
Selama parade militer bulan lalu, Korea Utara memamerkan satu set SLBM, termasuk “SLBM mini” yang diklaim telah berhasil ditembakkan dari kapal selam pada Oktober tahun lalu.
SLBM adalah aset dasar untuk pembalasan nuklir karena kapal selam yang membawanya dapat beroperasi tanpa terdeteksi, meluncurkan serangan balik dan dengan demikian memungkinkan suatu negara untuk bertahan dari serangan pendahuluan musuh.
Pada parade tersebut, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengisyaratkan negaranya dapat menggunakan senjata nuklir jika terjadi pelanggaran terhadap “hak-hak fundamentalnya”.
Kekhawatiran terus berlanjut ketika Korea Utara terus terlibat dalam provokasi, seperti peluncuran ICBM lain atau uji coba nuklir, terutama di sekitar pelantikan Yoon yang dijadwalkan pada hari Selasa (10/5) atau pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Joe Biden yang dijadwalkan pada 21 Mei.