Katerina Tikhonova, wakil direktur Institut Penelitian Matematika Sistem Kompleks di Universitas Negeri Moskow, putri Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Reuters
JAKARTA - Pemerintah Australia memberlakukan sanksi dan larangan bepergian terhadap dua putri Presiden Rusia Vladimir Putin dan putri Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Ini mengikuti langkah-langkah serupa yang dilakukan oleh negara-negara Barat lainnya termasuk Amerika Serikat dan Inggris, dan menjadikan jumlah total orang dan entitas di Rusia yang dikenai sanksi Australia menjadi hampir 750.
Tidak disebutkan nama kedua putri Putin itu, namun presiden Rusia itu diketahui memiliki dua putri dewasa, Katerina Tikhonova dan Maria Vorontsova. Pernyataan itu menambahkan Presiden Putin dan Lavrov ditambahkan ke daftar sanksi pada 27 Februari.
Putaran sanksi baru juga menargetkan 144 senator Rusia yang memberikan dukungan kepada Presiden Putin dengan menyetujui pengakuan "tidak sah" sebagai wilayah yang memisahkan diri dari Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur pada 22 Februari, kata kementerian luar negeri Australia dalam pernyataannya.
Menteri Luar Negeri Marisa Payne menambahkan bahwa Australia akan terus meningkatkan biaya di Rusia dengan menargetkan mereka yang bertanggung jawab atas "agresi yang tidak dapat dibenarkan dan tidak beralasan di Ukraina". Rusia menyebut invasinya sebagai "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.
Pekan lalu, Australia memberlakukan sanksi keuangan yang ditargetkan pada 14 perusahaan milik negara Rusia, termasuk entitas terkait pertahanan seperti pembuat truk Kamaz (KMAZ.MM) dan perusahaan pelayaran SEVMASH dan United Shipbuilding Corp.