• News

Pasokan BBM Mencukupi, Pertamina Minta Pemudik Tidak Panic Buying

| Kamis, 21/04/2022 09:07 WIB

Pasokan BBM Mencukupi, Pertamina Minta Pemudik Tidak Panic Buying Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus menyiapkan tambahan 19 ribu kiloliter gasoline untuk antisipasi lonjakan kebutuhan BBM pada musim mudik lebaran 2022. Pertamina minta agar para pemudik untuk tidak panic buying agar aktivitas mudik lebaran tetap nyaman. (Foto.Istimewa)

SURABAYA – Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat yang hendak melakukan kegiatan mudik ke arah Jawa Timur di musim lebaran tahun 2022 ini, Pertamina Patra Niaga wilayah Jatim, Bali, Nusa Tenggara, meminta, agar masyarakat tidak panic buying kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) mereka. Pasalnya, Pertamina Patra Niaga menjamin kebutuhan BBM para pemudik ke arah timur Pulau Jawa akan tercukupi.

Executive General Manager Patra Niaga Jatimbalinus, Deny Djukardi menyebutkan, konsumsi harian gasoline (Pertalite dan Pertamax) masyarakat saat ini sudah mencapai angka 75.000 kiloliter per hari. Ini hanya terpaut sedikit dibandingkan rata-rata konsumsi gasoline harian masyarakat sebelum masa pandemi, yang mencapai 18.000 kiloliter per hari.

“Selama pelaksanaan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2022 nanti, diperkiraan akan ada kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 11 persen, kenaikan jenis LPG sebesar 6 persen dan kenaikan jenis avtur sebesar 4 persen dari rata-rata harian normal. Sementara untuk BBM jenis gasoil akan turun 1,3 persen menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H ini,” jelas Executive General Manager Patra Niaga Jatimbalinus, Deny Djukardi, di sela kegiatan buka bersama media, Kamis (21/4/2022) .

Pertamina Jatimbalinus akan menyiapkan tambahan setidaknya 19.000 kiloliter gasoline per hari untuk memenuhi kebutuhan sekitar 80 juta pemudik, yang akan melakukan perjalanan darat menuju ke wilayah timur Pulau Jawa.

“Kalau masyarakat panic buying maka petugas kami akan bekerja dua kali lebih keras. Artinya truk-truk pengangkut akan mengantarkan BBM dengan intensitas lebih sering. Ini yang menyebabkan situasi tidak baik di lapangan,” ujar Deny.

Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus menjamin ketersediaan pasokan gasoline antara 10 sampai 20 hari ke depan. Mereka juga menyiapkan layanan tambahan di tol Trans Jawa dan jalur wisata, berupa kios Pertamina Siaga, motorist, SPBU kantong dan fasilitas kesehatan.

Begitupun dengan kondisi stok BBM dan LPG, Deny menambahkan kedua jenis produk tersebut memiliki jumlah stok yang aman selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 H nanti.

“Saat ini stok di seluruh Terminal BBM dan Depot LPG aman dengan Coverage Days rata-rata selama 5-20 hari. Terdapat 6 Terminal BBM dan LPG yang siap melayani kebutuhan masyarakat melalui SPBU dan SPBBE (stasiun pengisian pusat bulk elpiji) di wilayah Jawa Timur,” ujar Deny.

Demi memastikan ketersediaan stok dan mengoptimalkan penyaluran BBM serta LPG kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga di wilayah Jatimbalinus juga telah mengaktifkan pos layanan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H semenjak 11 April 2022 kemarin hingga 10 Mei 2022 mendatang.

“Melalui Satgas RAFI (Ramadhan Idul Fitri) yang akan dimulai pada bulan Ramadhan, Pertamina Patra Niaga di Jatimbalinus berkomitmen memenuhi kebutuhan energi berupa BBM dan LPG sehingga konsumen tidak perlu khawatir. Namun, kami juga menghimbau jika konsumen mengalami kesulitan mendapatkan pasokan BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau informasi melalui aplikasi MyPertamina,” pungkas Deny.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkirakan ada sekitar 16,8 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik ke wilayah setempat saat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

"Semula diperkirakan 14,6 juta yang akan mudik ke Jatim. Tapi, setelah swab antigen itu dibebaskan, ternyata estimasinya meningkat menjadi 16,8 juta orang. Jadi, ada tambahan 2,2 juta warga yang mudik," kata Khofifah saat Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2022 di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (19/4/2022).

Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman memprediksi mobil penumpang atau mobil pribadi akan mendominasi arus mudik tahun ini.
"Kalau kita bicara mobil penumpang, berarti perjalanan jarah jauh, yang kemungkinan dari Jakarta, Jawa Barat atau Jabodetabek. Sepeda motor juga akan menjadi kendaraan yang banyak dipakai masyarakat untuk mudik. Apalagi mudik lokal antar kota. Seperti dari Surabaya ke Lamongan," kata Kombes Latif.