Ilustrasi berdoa (Foto:umroh)
JAKARTA - Hari terus bergulir, tidak terasa esok sudah memasuki hari ke-21 Ramadan. Setiap mukmin sepatutnya terus bersemangat dalam beribadah di sepuluh hari terakhir ramadan melebihi dari lainnya, karena terdapat Lailatul Qadar.
Allah Ta`ala berfirman, “Malam kemuliaan lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadar : 3).
Terdapat keutamaan yang besar bagi orang yang menghidupkan malam tersebut. Nabi Shallallahu `Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
Itulah sebabnya Nabi Shallallahu `Alaihi Wa Sallam terlihat lebih rajin di akhir Ramadan lebih dari hari-hari lainnya.
Selain penyebutan di atas, Lailatul Qadar sering pula disebut sebagai malam yang penuh sesak karena ketika itu banyak malaikat turun ke dunia. Ada pula yang mengatakan bahwa malam tersebut adalah malam penetapan takdir karena pada malam tersebut turun kitab yang mulia, turun rahmat dan turun malaikat yang mulia.
Lailatul Qadar masih terus ada hingga hari kiamat. Malam kemuliaan itu dicari pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari Ramadan. Tanda Lailatul Qadar itu adalah udara dan angin sekitar terasa tenang, malam tersebut tidak begitu panas ataupun dingin.
Tanda berikutnya, malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari yang lainnya.
Selanjutnya, sebagian manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana yang terjadi pada sebagian sahabat. Tanda lainnya, matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih (dalam keadaan putih), tidak ada sinar terik yang menyorot.
Umat muslim dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar dan menghidupkan malamnya dengan ibadah hingga terbit fajar shubuh karena ibadah di malam yang terdapat keselamatan hingga fajarnya itu lebih utama dari ibadah di seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar.
Amalan lainnya yang juga penting dilakukan adalah dengan memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah Ta’ala di akhir-akhir Ramadan, seperti doa yang diajarkan Rasulullah tercinta saat ditanya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ’Annii (artinya : Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–). (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Sebenarnya tidak perlu terlalu fokus untuk mencari tanda malam kemuliaan itu hingga menghabiskan waktu dan energi, sebab tanda Lailatul Qadar nampak pun setelah malam tersebut berlalu. Kaum muslim cukup banyak beribadah di 10 malam hari terakhir Ramadan dengan meluruskan niat karena Allah SWT, maka niscaya akan mendapatkan keutamaannya.
Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tidak mencari-cari tanda, namun beliau memperbanyak ibadah di akhir-akhir Ramadhan.
Semoga kita semakin semangat beribadah di 10 hari akhir Ramadan untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar. (Kontributor : Dicky Dewata)