• Bisnis

NFA Minta Pemda Kawal Distribusi Minyak Goreng Curah Subsidi di Daerah Masing-masing

Pamudji | Rabu, 20/04/2022 07:57 WIB

NFA Minta Pemda Kawal Distribusi Minyak Goreng Curah Subsidi di Daerah Masing-masing Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi meminta pemerintah daerah (Pemda) mengawal distribusi minyak goreng curah subsidi.

Arief menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas tentang kebijakan minyak goreng curah. Rapat pada Selasa (19/4/2022) ini diikuti oleh Kemenko Pertanian dan Kementerian/Lembaga lainnya, Pemerintah Daerah, BUMN Pangan ID FOOD, dan BULOG.

Dalam rapat ini, Arief menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan mensosialisasikan harga minyak goreng curah subsidi dengan HET Rp15.000/Kg atau Rp14.000/lt kepada masyarakat luas.

Arief berharap setiap kepala daerah mengawal distribusi minyak goreng curah subsidi di daerah masing-masing. Dengan pengawalan oleh pemerintah daerah, diharapkan ketersedian dan harga minyak goreng curah sesuai HET Pemerintah dapat tersosialisasikan dengan baik.

"Diharapkan partisipasi pemerintah daerah, BUMN Pangan ID FOOD dan BULOG untuk terus mendistribusikan minyak goreng secara berkelanjutan kepada masyarakat melibatkan pedagang pasar, asosiasi,dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Arief.

Selain itu, kata Arief, Badan Pangan Nasional juga memiliki skema dalam mempermudah ketersediaan logistik pangan. Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan terkait jalur distribusi minyak goreng melalui Tol Laut

Sebelumnya, Arief menyatakan, upaya memastikan ketersediaan dan harga pangan menjelang Lebaran membuktikan bahwa negara hadir. Sejumlah langkah nyata kini tengah dilakukan guna mempercepat penanganan masalah pangan.

"Untuk minyak goreng kita koordinasi terus dengan Kemenperin supaya mempercepat distribusi. Kita dorong secepatnya masuk ke pasar dan harganya 14 ribu. Sedangkan untuk pencairan BLT tiga bulan, ditarik tiga bulan ke depan, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat," ujar Arief.

 

Keywords :


NFA Arief Prasetyo Adi
.