• Bisnis

Kepala NFA: Kita Harus Punya Stok Pangan Yang Dikuasai

Pamudji | Sabtu, 09/04/2022 22:30 WIB

Kepala NFA: Kita Harus Punya  Stok Pangan Yang Dikuasai Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi (foto:ist)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi menegaskan, Indonesia harus memiliki stok pangan yang dikuasai. Upaya ini sebagai solusi penyelesaian persoalan pangan nasional.

"Saya minta tolong kepada seluruh stake holder pangan, kita perlu memiliki stok yang dikuasai. Hari ini, stok yang dikuasai oleh Bulog hanya beras, yang saat ini ada 830 ribu ton," ujar Arief dalam sebuah program di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat (8/4/2022).

Merujuk kepada Perpres No:66 Tahun 2021 Tentang Badan Pangan Nasional, terdapat sembilan komoditas pangan, yang stoknya harus ada.

"Tidak perlu 100 persen memiliki stok, misalnya, 5 persen untuk beras. Itu cukup bagi cadangan pangan kita," kata Arief.

Penguasan stok merupakan solusi yang dilontarkan oleh Arief guna mengatasi persoalan pangan. Solusi lain adalah memproduksi komoditas pangan sendiri. Ketika harga komoditas pangan di luar negeri mahal, maka kesempatan untuk memproduksi di dalam negeri. Salah satu komoditas yang bisa diproduksi di dalam negeri adalah kedelai.

Sementara itu, menyinggung stok pangan menjelang Lebaran 2022, Arief menjamin stok tersebut aman. Demikian pula soal harga.

"Otomatis kalau ketersediaan bahannya ada, dan kita punya stock level untuk tiga bulan ke depan, saya rasa tidak akan terjadi seperti hari ini," jelas Arief.

Pada bagian lain, Arief menyatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan neraca komoditas (neraca pangan). Dari neraca ini, akan diketahui kebutuhan pangan hingga Bulan Mei.

"Dan saat ini, stoknya telah berdatangan. Bulog, misalnya, sudah masuk sekitar 19.700 ton daging kerbau. kemudian akan datang 15.000 ton, bulan berikutnya BUMN (PT Berdikari) akan masuk juga. kemudian mobilisasi sapi-sapi lokal. Jadi, bicara ketersediaan, hari ini adalah mutlak," papar Arief.

Kendati demikian, menurut Arief, pengadaan komoditas pangan dari luar negeri adalah alternatif terakhir pada saat pengadaan dalam negeri selesai.

"Jadi, impor itu bukan haram, tapi impor ini hars direncanakan sedemikian rupa," tutur Arief.

Keywords :


NFA Arief Prasetyo Adi
.