Vladimir Putin dan J.K. Rowling. FOTO: GETTY IMAGES
JAKARTA - J.K. Rowling mengecam Vladimir Putin di Twitter karena menyamakan dirinya dan negara Rusia yang mendapat perlakuan ‘cancel culture’ dari publik.
Vladimir Putin di televisi baru-baru ini yang mengatakan negara-negara Barat telah melakukan ‘cancel culture’ kepada Rusia.
Cancel culture merupakan budaya memboikot seseorang yang dianggap bermasalah secara massal.
Misalnya saat orang tersebut mengatakan atau melakukan sesuatu yang dianggap tidak pantas atau menyinggung.
Praktik pemboikotan massal ini biasanya juga diikuti dengan pemberhentian dukungan kepada orang tersebut.
Hal ini mirip dengan yang diterima J.K Rowling saat ia mengkritik dengan komentar kontroversial anti-trans yang pernah dilakukan publik terhadapnya.
Penulis “Harry Potter” bereaksi terhadap nama Putin yang dijatuhkan dengan memposting artikel di Twitter tentang bagaimana seorang kritikus Putin saat ini dipenjara di Rusia.
“Kritik terhadap ‘cancel culture’ mungkin bukan hal terbaik dilakukan oleh mereka yang saat ini membantai warga sipil karena kejahatan perlawanan, atau yang memenjarakan dan meracuni kritik mereka,” tulis J.K Rowling, dengan tagar “I Stand With Ukraine”.
Sebelumnya Putin mengatakan di televisi bahwa negara-negara Barat kerap melakukan ‘cancel culture’ terhadap hal-hal sepele.
Ia juga menyinggung J.K Rowling.
“Mereka melakukan ‘cancel culture’ kepada J.K Rowling baru-baru ini, penulis anak-anak. Buku-bukunya diterbitkan di seluruh dunia, (tetapi mereka memboikotnya) hanya karena dia tidak memenuhi tuntutan hak-hak gender.”
“Mereka sekarang mencoba untuk melakukan hal yang sama kepada kita,” tambah Putin.
Ia menyamakan ‘cancel culture’ dengan Nazi yang membakar buku pada 1930-an.
“Saya berbicara tentang diskriminasi progresif dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Rusia.”
Seperti diketahui sebelumnya, J.K Rowling telah menjadi subyek kontroversi selama beberapa tahun belakangan karena pendapatnya tentang gender dan serangkaian tweet anti-transgender yang diposting pada tahun 2020.
J.K. Rowling berpendapat pada saat itu bahwa membahas identitas gender meniadakan seks biologis.
Baru-baru ini, J.K Rowling juga menimbulkan reaksi publik karena menentang RUU reformasi di Skotlandia yang akan memudahkan orang transgender untuk mengubah gender mereka secara legal. (*)