• Bisnis

NFA: Penanganan Masalah Pangan Harus Satu Kesatuan Dari Hulu Hingga Hilir

Eko Budhiarto | Rabu, 23/03/2022 22:42 WIB

NFA: Penanganan Masalah Pangan Harus Satu Kesatuan Dari Hulu Hingga Hilir Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan, penanganan masalah pangan harus satu kesatuan, dari hulu hingga hilir. Ego sektoral juga harus dikesampingkan dalam menyikapi persoalan pangan.

"Ini satu kesatuan, dari hulu sampai hilir. Jangan

kita egois di hilir. Kalau kita tekan di hilir, kemudian nantidi hulunya lama-lama tidak mau produksi," ujar Arief dalam sebuah program di salah satu televisi swasta, Rabu (23/3/2022) malam.

Dia juga menekankan tentang pentingnya melihat persoalan pangan secara multi sektor.

"Kita harus bisa melepaskan ego sektoral. Jangan hanya di hilir (pedagang), tapi juga harus di hulu (petani). Bagaimana  petaninya sejahtera, pedagangnya untung, dan masyarakatnya tersenyum," kata Arief.  

Sementara itu, secara khusus, Arief menyoroti sektor hulu, yang memproduksi komoditas pangan.

"Saya mau menyuarakan suara petani, peternak, dan nelayan. Jadi, mereka yang di hulu akan secara otomatis dan dengan senang hati (memproduksi) pada saat ada kepastian jual dan dengan harga yang baik," papar dia.

Terkait hal itu, Arief mengungkapkan fenomena produksi kedelai. Dia mengatakan, petani tidak bersedia menanam karena dua alasa. Yakni, harga belum baik, serta kepastian pihak yang bersedia menyerap atau membeli.

"Kita bicara kedelai, misalnya. Kenapa petani tidak mau menanam, karena pada waktu panen, harganyatidak baik, kemudian tidak tahu yang beli siapa," kata Arief.

Jika terpaksa harus impor guna memenuhi pasokan kedelai, menurut Arief, maka perlu ada komitmen bahwa importir bersedia menyerap kedelai yang ditanam petani. Dia juga menegaskan, bahwa impor adalah alternatif terakhir ketika ketersediaan komiditas tidak mencukupi.

"Namun kita harus secara berkala mengurangi impor. caranya, kita dorong untuk produksi. Ada selisih harga impor, kita dorong untuk mengembangkan pertanian," ujar Arief.

 

 

Keywords :


NFA Arief Prasetyo Adi
.