• News

Rusia Klaim Memukul Pusat Pelatihan Tentara Bayaran Asing di Ukraina

Akhyar Zein | Senin, 21/03/2022 21:06 WIB
Rusia Klaim Memukul Pusat Pelatihan Tentara Bayaran Asing di Ukraina Rusia Klaim Memukul Pusat Pelatihan Tentara Bayaran Asing di Ukraina (foto: thepressunited.com)

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya telah menyerang dengan rudal jelajah presisi tinggi sebuah pusat pelatihan untuk "tentara bayaran asing dan unit nasionalis" di Oblast Rivne Ukraina dan menetralisir lebih dari 80 tentara bayaran.

“Pada malam 21 Maret, sebuah pusat pelatihan untuk tentara bayaran asing dan formasi nasionalis Ukraina, yang terletak di tempat pelatihan Nova Lyubomirka di Rivne Oblast, dihantam dengan rudal jelajah presisi tinggi.

“Lebih dari 80 tentara bayaran dan nasionalis dilumpuhkan. Juga, gudang amunisi dan pos komando infanteri mekanis di dekat pemukiman Selets dihantam dengan rudal jelajah presisi tinggi dari udara,” kata juru bicara kementerian Igor Konashenkov pada briefing harian di Moskow.

Di pinggiran kota Kyiv, di pemukiman Nikolayevka, militer Rusia juga merebut titik komando angkatan bersenjata Ukraina, lanjut Konashenkov.

Konashenkov mengatakan: "61 prajurit Ukraina dari pusat kendali secara sukarela menyerah, dan lebih dari setengahnya adalah perwira senior angkatan bersenjata Ukraina."

Selain itu, angkatan bersenjata Rusia menguasai pemukiman Solodke di wilayah Donetsk dan terus menghancurkan kelompok nasionalis di Donbas, katanya.

Sekelompok "pemburu malam" yang terdiri dari helikopter Ka-52 dan Mi-28N menghancurkan delapan tank, empat kendaraan tempur infanteri, dan tiga pengangkut personel lapis baja selama serangan malam, tambah Konashenkov.

“Pada malam hari, 44 fasilitas militer Ukraina dihantam oleh penerbangan taktis dan tentara, termasuk empat pos komando, dua instalasi peluncur roket ganda di daerah pemukiman Nalivaykivka dan Zolochiv, enam sistem pertahanan udara Buk M-1, tiga Senjata artileri Msta-B di daerah Vyshhorod, empat gudang senjata dan amunisi roket dan artileri, serta 23 tempat akumulasi peralatan militer.

“Dan juga, 216 kendaraan udara tak berawak, 180 sistem pertahanan udara, 1.506 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 152 peluncur roket ganda, 592 artileri lapangan, dan senjata mortir, serta 1.284 unit kendaraan militer khusus telah dihancurkan,” katanya kata juru bicara.