• News

Ukraina Ungkap, Rusia Tembaki Masjid Tempat 80 Warga Berlindung

| Minggu, 13/03/2022 15:20 WIB
Ukraina Ungkap, Rusia Tembaki Masjid Tempat 80 Warga Berlindung Gambar satelit menunjukkan toko kelontong dan pusat perbelanjaan yang hancur, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Mariupol. Foto: Reuters

JAKARTA - Pasukan Rusia menembaki sebuah masjid di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina selatan, tempat lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak, termasuk warga negara Turki, mengungsi. Kementerian luar negeri Ukraina, Sabtu, 12 Maret 2022 mengatakan hal tersebut dan menuduh Rusia menolak mengizinkan orang keluar dari Mariupol, di mana blokade telah menyebabkan ratusan ribu orang terperangkap. Rusia menyalahkan Ukraina atas kegagalan mengevakuasi orang.

“Masjid Sultan Suleiman the Magnificent dan istrinya Roxolana (Hurrem Sultan) di Mariupol ditembaki oleh penjajah Rusia,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah tweet. "Lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak bersembunyi di sana dari penembakan, termasuk warga Turki."

Tidak disebutkan apakah ada orang yang tewas atau terluka. Namun Moskow membantah menargetkan wilayah sipil dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina.

Ukraina, pada Minggu, 13 Maret 2022 juga mengatakan bahwa Rusia melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Ukraina Yavoriv di barat negara itu, dekat perbatasan Polandia. "Para penjajah melancarkan serangan udara ke Pusat Internasional untuk Penjaga Perdamaian dan Keamanan. Menurut data awal, mereka menembakkan delapan rudal," kata administrasi militer regional Lviv dalam sebuah pernyataan.

Serangan itu dilakukan di sebuah unit militer di fasilitas itu, kata kantor berita Interfax Ukraina mengutip Anton Mironovich, juru bicara Akademi Angkatan Darat Angkatan Bersenjata Ukraina. "Menurut data awal tidak ada yang tewas, tetapi informasi tentang yang terluka sedang diklarifikasi," tambah Mironovich.

Fasilitas pelatihan militer, yang terbesar di bagian barat negara itu dan secara tradisional merupakan tempat latihan bersama dengan NATO, terletak kurang dari 25 km (15 mil) dari perbatasan Polandia.

Walikota kota lain di Ukraina barat, Ivano-Frankivsk, mengatakan bahwa pasukan Rusia juga terus menyerang bandaranya pada hari Minggu. Menurut laporan awal, tidak ada korban jiwa.