Lippo Mall Kemang. (Foto: jpnn.com)
JAKARTA - Sektor ritel diprediksi bakal kembali tumbuh positif pada tahun ini. Hal tersebut menyusul mulai kembali normalnya operasional mal.
Konsultan properti Knight Frank Indonesia menyampaikan pandangan tersebut terkait situasi bisnis properti, khususnya di sektor ritel.
“Walau masih adanya penurunan harga sewa pada sektor ritel di semester kedua tahun lalu, kami melihat sektor ritel cenderung akan kembali bertumbuh positif tahun ini seiring dengan kegiatan operasional mal yang perlahan kembali normal," ujar General Agency Director Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (10/3/2022).
Hal tersebut, menurut Hasan, berkaitan erat dengan beberapa situasi lainnya seperti, semakin membaiknya situasi pandemi, adanya insentif dari pemerintah, dan juga pemerataan vaksin penguat.
Riset terbaru dari Jakarta Property Highlight yang disusun oleh Knight Frank Indonesia menjabarkan adanya optimisme terhadap kembali pulihnya sektor ritel di 2022. Jakarta Property Highlight mencatat rata-rata tingkat sewa ritel sebesar 77,75 persen di semester kedua tahun 2021, diikuti dengan adanya penambahan 7 mal baru yang akan masuk ke pasar Jakarta dalam rentang tahun 2022 sampai tahun 2024.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menyampaikan bahwa tercatat ke depannya akan terdapat sebanyak 280.505 meter persegi pasokan mendatang dari 7 proyek mal yang akan masuk ke pasar hingga tahun 2024.
"Hal tersebut menunjukkan adanya sinyal positif pada bergeraknya kembali sektor ritel walau di semester kedua 2021 tercatat masih adanya penurunan harga sewa sebesar 6 persen untuk di kelas tertentu akibat situasi pandemi,” katanya.
Jakarta Property Highlight mencatat terdapat penambahan total pasokan mal menjadi 4.864.206 meter persegi di semester kedua 2021, setelah satu mal di Jakarta Selatan memasuki pasar pada November 2021 lalu. Rata-rata tingkat sewa ritel di periode ini lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat sewa semester sebelumnya.
Secara umum penyewa yang masuk di tahun 2021 berasal dari kategori swalayan, perlengkapan rumah, fesyen dan busana olahraga, toko mainan anak, dan juga makanan-minuman (F&B).
Pertumbuhan sektor ritel yang ditunjang dengan ekonomi internet dinilai berkembang lebih pesat di tengah pandemi. Adanya pemberlakuan protokol kesehatan dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi sebuah regulasi baru untuk keberlangsungan kegiatan operasional ritel di tengah pandemi dan ke depannya.