Relawan sipil Georgia mengucapkan selamat tinggal kepada teman dan keluarga di bandara Tbilisi pada 28 Februari sebelum penerbangan mereka ke Polandia, di mana mereka berencana untuk menyeberang ke Ukraina untuk bergabung dalam perang melawan pasukan Rusia.(foto: Getty Images/ washingtonpost.com)
JAKARTA - Presiden Ukraina menandatangani dekrit pada Selasa pagi yang mengizinkan masuknya pejuang sukarelawan asing tanpa visa.
“Mulai 1 Maret, rezim masuk bebas visa telah diperkenalkan untuk orang asing yang ingin bergabung dengan Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina untuk sementara selama masa darurat militer,” kata dekrit tersebut.
Keputusan itu tidak berlaku untuk warga negara Rusia.
Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina adalah unit militer sukarelawan legiun asing yang dibentuk oleh pemerintah Ukraina atas permintaan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk memerangi invasi Rusia ke Ukraina.
Ukraina pada hari Minggu mengundang orang asing yang bersedia membela negara melawan Rusia untuk bergabung dalam pertarungan.
“Orang asing yang bersedia membela Ukraina dan ketertiban dunia sebagai bagian dari Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina, saya mengundang Anda untuk menghubungi misi diplomatik asing Ukraina di negara Anda masing-masing,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter.