Pemandangan menunjukkan pengangkut personel lapis baja (APC) yang hancur di pinggir jalan di Kharkiv, Ukraina, 26 Februari 2022. (Foto Reuters)
JAKARTA - Ukraina telah mendapatkan kembali kendali atas Kharkov, kota terbesar kedua di negara itu, setelah bertempur dengan pasukan Rusia, kata gubernur regional itu pada Minggu.
Gubernur Kharkiv Oleh Synyehubov membuat pernyataan di Telegram, mengatakan angkatan bersenjata Ukraina termasuk polisi dan unit pertahanan memiliki kendali penuh atas kota, dan "membersihkan" kota dari musuh.
Menurut rekaman yang beredar, bentrokan hebat meletus antara pasukan Ukraina dan tentara Rusia di kota itu Sabtu malam.
Secara terpisah, ombudsman pemerintah Ukraina Lyudmyla Denysova menuduh Rusia membunuh warga sipil dengan menargetkan daerah pemukiman, rumah sakit, taman kanak-kanak dan sekolah.
Intervensi Rusia pada hari Kamis datang hanya beberapa hari setelah mengakui dua kantong yang dikuasai separatis di Ukraina timur.
Pada hari keempat serangan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina siap untuk pembicaraan damai, tetapi tidak di tempat yang disukai Moskow di Gomel, Belarusia, dan sebaliknya menyarankan Istanbul, Warsawa, Baku, atau Budapest.
Setidaknya 368.000 warga Ukraina telah meninggalkan negara itu sejak awal serangan Moskow, menurut Badan Pengungsi PBB.
Kekuatan Barat telah memberlakukan sanksi keuangan di Moskow, dan memutuskan untuk memasok Ukraina dengan senjata dan amunisi.