Ilustrasi. Bendera Ukraina (foto: wikimedia)
JAKARTA - Kementerian luar negeri Yunani mengatakan, dua ekspatriat Yunani tewas dan dua lainnya terluka parah dalam insiden yang melibatkan tentara Ukraina di timur negara itu dekat garis depan konflik dengan pasukan separatis pro-Rusia.
Sebelumnya, Yunani mengeluarkan imbauan yang mendesak warganya untuk menghindari bepergian ke Ukraina dan meminta setiap orang Yunani di sana untuk pergi "segera" dalam menghadapi kekhawatiran bahwa Rusia, yang telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina, dapat segera menyerang.
Moskow telah membantah rencana invasi dan menuduh Barat histeris, tetapi memperjelas bahwa mereka melihat upaya Ukraina untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Barat, terutama atas NATO, sebagai ancaman dan telah menuntut serangkaian konsesi keamanan.
Kementerian luar negeri Yunani mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga tentara Ukraina "bertanggung jawab" atas kematian dan luka-luka pada empat orang Yunani di desa Hranitne yang dekat dengan "garis kontak" dengan pasukan separatis pro-Rusia, yang merebut sejumlah wilayah Ukraina timur pada tahun 2014.
Dikatakan kekerasan meletus setelah tentara Yunani dan Ukraina terlibat pertengkaran "untuk alasan yang tidak penting".
Tidak disebutkan apa yang dilakukan orang-orang Yunani di daerah itu tetapi seorang pejabat kementerian luar negeri Yunani mengatakan insiden itu tidak ada hubungannya dengan konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Pihak berwenang Ukraina tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Pernyataan kementerian itu mengatakan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias telah berusaha untuk berbicara dengan mitranya dari Ukraina tentang insiden itu dan menekankan bahwa komunitas Yunani di Ukraina harus dilindungi. Beberapa ribu warga Yunani tinggal di bekas republik Soviet.