• News

Trump Klaim Masih Berhubungan Dengan Kim Jong Un

| Jum'at, 11/02/2022 10:15 WIB

Trump Klaim Masih Berhubungan Dengan Kim Jong Un Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un. Foto: Reuters

JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia tetap berhubungan dengan pemimpin tertutup Korea Utara Kim Jong Un sejak meninggalkan Gedung Putih. Pernyataan itu muncul pada Kamis, 10 Februari 2022, buntut dari uji coba rudal balistik Pyongyang baru-baru ini yang meningkatkan ketegangan internasional.

"Seperti yang kita ketahui, dia memiliki fiksasi pada hubungan ini," reporter New York Times Maggie Haberman mengatakan kepada CNN. Pengungkapan itu terkandung dalam bukunya yang akan datang tentang Trump, "The Confidence Man."

Trump pada tahun 2018 menyatakan bahwa dia dan Kim "jatuh cinta" setelah bertukar surat, tetapi dua pertemuan dengan pemimpin Korea Utara yang bertujuan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea gagal membendung uji coba rudal negara itu dan retorika yang keras.

Klaim Trump tidak dapat diverifikasi dan mungkin tidak benar, kata Haberman. "Apa yang dia katakan dan apa yang sebenarnya terjadi tidak selalu sejalan, tetapi dia telah memberi tahu orang-orang bahwa dia telah menjalin semacam korespondensi atau diskusi dengan Kim Jong Un," katanya.

Ini adalah satu-satunya pemimpin asing yang dikatakan Trump bahwa dia tetap berhubungan, tambahnya.

Korespondensi dengan Kim termasuk di antara catatan kepresidenan dalam 15 kotak yang menurut Arsip Nasional diambil bulan lalu dari kediaman Trump di Florida, The Washington Post melaporkan.

Pertukaran dengan Kim akan menjadi hal yang tidak biasa bagi seorang mantan presiden, mengingat uji coba rudal Pyongyang yang meningkat. Korea Utara membual pada hari Selasa bahwa itu adalah satu dari hanya segelintir negara di dunia yang memiliki senjata nuklir dan rudal canggih dan satu-satunya yang menentang Amerika Serikat dengan "mengguncang dunia" dengan uji coba rudal.

Seorang perwakilan Trump tidak segera membalas permintaan komentar.