• Sport

Pasca Pembunuhan Suporter Bola, Yunani Perketat Aturan Acara Olahraga

Yati Maulana | Rabu, 09/02/2022 10:15 WIB
Pasca Pembunuhan Suporter Bola, Yunani Perketat Aturan Acara Olahraga Ilustrasi: Sepakbola Yunani. Foto: CNNIndonesia

JAKARTA - Yunani akan memperketat aturan untuk memerangi kekerasan di acara olahraga menyusul pembunuhan seorang penggemar sepak bola berusia 19 tahun, yang diyakini sebagai serangan oleh pendukung dari kelompok pesaingnya.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis memimpin pertemuan tentang kekerasan olahraga pada hari Senin, 7 Februari 2022 waktu setempat, dan juru bicara pemerintah Giannis Oikonomou mengatakan setelah itu pemerintah akan mengajukan RUU reformasi sektor olahraga ke parlemen dalam beberapa minggu mendatang.

Sepak bola Yunani telah diganggu oleh kekerasan di dalam dan di luar lapangan dan pihak berwenang dalam beberapa tahun terakhir berulang kali berjanji untuk membersihkan permainan.

Sejauh ini setidaknya sembilan orang telah ditangkap atas pembunuhan Alkis Kampanos, yang dipukuli dan ditikam sampai mati di luar stadion klub Aris Thessaloniki di kota utara Thessaloniki pada malam 1 Februari. Dia dan dua pria lainnya diserang oleh sekelompok orang di jalan, dilaporkan setelah perkelahian singkat atas tim yang mereka dukung. Ada persaingan kuat antara Aris dan tim PAOK kota lainnya. Kampanos adalah pendukung Aris.

Di Yunani, perkelahian antara penggemar sepak bola dan klub sering terjadi sebelum atau sesudah pertandingan. Bukan hal yang aneh jika sebuah pertandingan terganggu oleh keributan penonton atau invasi lapangan, meskipun ada denda berat yang dijatuhkan.

Reformasi yang direncanakan oleh pemerintah akan mencakup pengetatan aturan atas pengoperasian klub sepak bola, memberlakukan hukuman yang lebih berat, dan meningkatkan kontrol polisi untuk mencegah peristiwa semacam itu.

"Memerangi kekerasan di kalangan pemuda dan penggemar sepak bola adalah kewajiban kami kepada masyarakat Yunani dan generasi muda," kata Oikonomouhe. "Kami berharap semua orang berkontribusi untuk menghilangkan kekerasan olahraga."

Pembunuhan itu telah mengejutkan bangsa. Orang-orang meletakkan bunga dan meninggalkan lilin, catatan tulisan tangan dan kaus sepak bola dengan namanya di TKP. Salah satunya bertuliskan "Never again".