Pangeran Andrew. Foto: Reuters
JAKARTA - Pangeran Andrew dari Inggris akan memberikan bukti bulan depan dalam gugatan pelecehan seksual yang diajukan oleh Virginia Giuffre, kata seorang sumber yang dekat dengan pangeran, Sabtu, 5 Februari 2022.
Duke of York, yang menyangkal tuduhan bahwa dia melakukan pelecehan seksual terhadap Giuffre dua dekade lalu ketika dia berusia 17 tahun, akan berbicara di bawah sumpah di London, lapor surat kabar Daily Telegraph.
"Kami setuju untuk secara sukarela memberikan deposisi pada 10 Maret untuk Duke. Meskipun permintaan berulang, Ms. Giuffre masih belum berkomitmen untuk tanggal atau lokasi untuk deposisinya," kata sumber itu kepada Reuters.
Giuffre, 38, menggugat Andrew Agustus lalu, menuduh dia memukulinya sementara mendiang pemodal dan terpidana pelanggar seks Jeffrey Epstein memperdagangkannya.
Dalam pengajuan ke Pengadilan Distrik AS di Manhattan, Andrew, 61, mengaku bertemu Epstein pada atau sekitar tahun 1999, tetapi membantah tuduhan Giuffre bahwa dia "melakukan penyerangan seksual dan pemukulan" terhadapnya.
Hubungan Andrew dengan Epstein, yang bunuh diri di sel penjara Manhattan pada 2019 sambil menunggu persidangan atas tuduhan pelecehan seksual, telah merusak reputasinya di mata publik dan kedudukannya di Keluarga Kerajaan Inggris.
Bulan lalu, keluarga tersebut mencabut gelar dan perlindungan militer Andrew, dan mengatakan putra kedua Ratu Elizabeth tidak akan lagi dikenal sebagai "Yang Mulia".
Pengacara pangeran sebelumnya menyebut gugatan Giuffre "tidak berdasar" dan menuduhnya hanya mencari uang lagi. Giuffre menerima $500.000 atau sekitar Rp 7 miliar lebih dalam penyelesaian sipil 2009 dengan Epstein.
Hakim Distrik AS Lewis Kaplan mengatakan persidangan dapat dimulai antara September dan Desember 2022.
Jika Giuffre menang di pengadilan, Andrew bisa berhutang ganti rugi padanya. Dia telah meminta jumlah yang tidak ditentukan.
Andrew belum dituntut secara pidana, dan tidak ada tuntutan pidana yang dapat diajukan dalam gugatan perdata Giuffre.