Lebih dari 330.000 pelanggan tanpa listrik meliputi wilayah Texas, Arkansas, Tennessee, hingga Ohio, dan New York akibat badai salju. Foto: Reuters
JAKARTA - Badai musim dingin yang menumpahkan hujan es dan salju lebat di petak luas Amerika Serikat pertengahan pekan ini menyebabkan ratusan ribu rumah dan bisnis tanpa listrik pada hari Jumat, 4 Februari 2022, karena cuaca berbahaya mengancam sebagian daratan New England.
Lebih dari 330.000 pelanggan tanpa listrik meliputi wilayah Texas, Arkansas, Tennessee, hingga Ohio, dan New York. Poweroutage.us melaporkan pada hari Jumat, badai es menumbangkan kabel listrik dan pohon di seluruh area tersebut pada hari Kamis.
Peringatan angin dingin tetap berlaku untuk Texas dan Great Plains, di mana suhu terendah pagi hari berkisar antara satu digit dan di bawah nol Fahrenheit dalam prakiraan, kata National Weather Service (NWS).
"Angin dingin dapat menyebabkan hipotermia dalam waktu singkat jika tindakan pencegahan tidak dilakukan," NWS memperingatkan.
Peringatan badai musim dingin juga tetap berlaku untuk Tennessee dan Kentucky melalui New York dan Pennsylvania dan ke New England di mana campuran hujan es dan salju diperkirakan akan membuat perjalanan menjadi sulit, kata layanan itu.
Di wilayah Boston, rumah bagi 4,8 juta orang, para peramal memperkirakan salju dan es setinggi 1 hingga 2 inci (3-5 cm) akan terakumulasi sepersepuluh hingga seperempat inci, membuat kondisi jalan berbahaya.
Pada Jumat pagi, sekitar 2.800 penerbangan telah dibatalkan di bandara AS, termasuk 230 masuk dan keluar dari Boston Logan International dan 580 ke dan dari Dallas Fort Worth International, Flightaware.com melaporkan.
Pada Sabtu pagi, badai musim dingin akhirnya keluar dari Pantai Timur, tetapi suhu yang sangat dingin akan bertahan dengan beberapa suhu yang menantang rekor terendah di AS Tengah Selatan, kata peramal NWS.