• News

Kasus Harian Meningkat, Pasien Covid-19 Dirawat di RS Masih Rendah

Eko Budhiarto | Sabtu, 05/02/2022 06:06 WIB
Kasus Harian Meningkat, Pasien Covid-19 Dirawat di RS Masih Rendah Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, (foto: Dok Kemenkes/ medcom.id)

JAKARTA - Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit masih rendah. Di sisi lain, konfirmasi kasus harian mengalami kenaikan.

"Hal ini dapat terlihat dari kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional masih sangat rendah. Rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak bergejala dan gejala ringan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam siaran pers, Jumat (4/2/2022) malam.

Nadia mengatakan hingga Jumat konfirmasi jumlah kasus harian COVID-19 mencapai 32.211 orang. Tapi jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit masih rendah.

Secara nasional, tren perawatan pasien atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman. Hingga Jumat, baru 20 persen atau setara 16.712 pasien yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan COVID-19.

Jumlah ketersediaan tempat tidur perawatan khusus pasien COVID-19 pun masih bisa ditambahkan lebih banyak lagi apabila dibutuhkan, seperti halnya langkah yang dilakukan pemerintah pada gelombang sebelumnya tahun lalu.

Sementara itu,data terbaru perawatan pasien COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat, kata Nadia, baru mencapai 52 persen meskipun konfirmasi kasus positif lebih tinggi daripada gelombang kedua 2021 lalu.

Sementara itu kapasitas ruangan yang dialihkan untuk pasien COVID-19 di Kota Depok masih 22 persen dari 30 persen ruangan untuk penanganan COVID-19.

“Ini artinya masih ada setidaknya 8 persen tambahan ruang rumah sakit untuk dijadikan tempat intensif penanganan pasien COVID-19. Ini berbeda halnya dengan puncak kasus pada periode Juli-Agustus 2021 di mana jumlah konfirmasi kasus di Depok lebih sedikit daripada jumlah konfirmasi per hari ini, tapi pasien yang dirawat lebih banyak,” ujarnya.

“Dari data yang kita miliki, meski secara tren kenaikan kasus varian Omicron ini ada kemiripan dengan Delta, namun angka keterisian tempat tidur rumah sakit jauh lebih landai,” kata Nadia.