• News

Lima Meninggal Karena Omicron, 60 Persen Belum Divaksin Lengkap

akhyar | Senin, 31/01/2022 20:43 WIB
Lima Meninggal Karena Omicron, 60 Persen Belum Divaksin Lengkap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (foto: BPMI Setpres/ tribunnews.com)

JAKARTA - Sudah ada lima orang meninggal karena varian Omicron di Indonesia0. Demikian disebutkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Dari lima orang yang meninggal positif Omicron, 60 persen belum divaksin lengkap, sambung Menkes Budi dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, kasus Omicron di Indonesia dengan gejala sedang, berat dan membutuhkan oksigen, 63 persen diantaranya belum divaksin lengkap.

"Kebanyakan dari mereka lansia, dan kita identifikasi cukup mengejutkan jumlahnya yang anak-anak," tuturnya.

Berdasarkan fakta itu, Menkes mengatakan, hal terpenting saat ini adalah mempercepat vaksinasi, terutama untuk lansia dan anak-anak.

"Lindungi mereka, kewajiban kita untuk melindungi orang yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi terutama lansia dan anak anak-anak. Tolong prioritas berikan vaksinasi ke yang belum menerima vaksinasi terutama lansia dan anak-anak," ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mendorong masyarakat bergejala segera dites Covid-19 sebab varian Omicron umumnya memiliki gejala ringan tapi tetap berisiko berat bahkan memicu kematian.

"Walaupun gejala yang ditunjukkan umumnya ringan, tapi risiko untuk sakit berat bahkan kematian tetap ada," kata Nadia Tarmizi.

Pernyataan itu menjawab kecenderungan perilaku masyarakat yang bergejala tapi enggan melakukan tes di fasilitas pelayanan kesehatan. Situasi itu dipicu sikap masyarakat yang masih menganggap enteng gejala Omicron.

Kementerian Kesehatan melaporkan laju tes Covid-19 melalui metode tes antigen maupun tes cepat PCR dalam kurun sepekan terakhir berkisar kurang dari 2,54 persen per pekan. Padahal pada kurun Juli 2021 Indonesia mencatatkan rekor tes tertinggi di sejumlah provinsi rata-rata 50-90 persen.

Nadia mengatakan target tes Covid-19 per hari di level populasi di Indonesia mencapai 324 ribu orang.