• Musik

Australia Minta Kanye West Vaksin Lengkap Sebelum Tur Konser

| Minggu, 30/01/2022 07:43 WIB

Australia Minta Kanye West Vaksin Lengkap Sebelum Tur Konser Kanye West. Foto: Reuters

JAKARTA - Artis hip-hop Kanye West harus divaksinasi penuh jika dia ingin menggelar konser di Australia. Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan hal itu pada hari Sabtu, setelah media mengatakan artis tersebut merencanakan tur Australia pada bulan Maret.

Peringatan itu datang hanya dua minggu setelah harapan superstar tenis Novak Djokovic untuk gelar Grand Slam pupus ketika pengadilan menguatkan keputusan pemerintah untuk membatalkan visanya atas aturan COVID-19 dan statusnya yang tidak divaksinasi.

"Aturannya adalah Anda harus divaksinasi sepenuhnya," kata Morrison pada konferensi pers. "Itu berlaku untuk semua orang, seperti yang dilihat orang baru-baru ini. Tidak peduli siapa Anda, itu aturannya. Ikuti aturannya - Anda bisa datang. Anda tidak mengikuti aturan, Anda tidak bisa."

Pernyataan Morrison mengikuti laporan pada hari Jumat di surat kabar Sydney Morning Herald, mengutip sumber-sumber industri, yang mengatakan West berencana untuk memainkan konser stadion di Australia pada bulan Maret. Perwakilan dari West, yang merilis album terbarunya, "Donda", pada bulan Juli, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Reuters memberitakan, dalam sebuah wawancara tahun 2021 di media sosial dia mengatakan dia telah menerima satu dosis vaksin, tetapi dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan majalah bisnis Forbes, dia menyebut mendapatkan vaksinasi sebagai "tanda binatang".

Australia, salah satu negara yang paling banyak divaksinasi COVID-19, telah berjuang melawan gelombang infeksi yang eksplosif dalam sebulan terakhir yang didorong oleh varian Omicron yang menyebar cepat, dengan sekitar 2 juta kasus tercatat.

Sampai saat itu, hanya ada 400.000 kasus sejak pandemi pertama kali melanda hampir dua tahun lalu.

Pada hari Sabtu, tercatat 97 orang meninggal, setelah mencapai rekor pandemi pada hari Jumat dengan 98 kematian. Pejabat kesehatan di beberapa negara bagian mengatakan, bagaimanapun, bahwa penerimaan di rumah sakit tidak stabil atau menunjukkan tanda-tanda penurunan.