Orang-orang antre untuk membeli masker di toko ritel di kota tenggara Daegu, Korea Selatan, Selasa (25/2/2020) (foto: AFP/ liputan6.com)
JAKARTA - Korea Selatan mencatat lebih dari 17.500 kasus Covid-19 baru, infeksi satu hari tertinggi sejak awal pandemi, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan pada hari Sabtu.
Dipicu oleh penyebaran cepat varian omicron yang sangat mudah menular, peningkatan dimulai dengan 8.570 kasus baru di negara itu pada 25 Januari. Lonjakan terbaru adalah yang tertinggi yang tercatat selama lima hari berturut-turut, Kantor Berita Yonhap melaporkan.
Menurut KDCA, 17.542 kasus baru Covid-19 telah terdeteksi di negara itu dalam 24 jam terakhir, sementara jumlah total kasus telah meningkat menjadi 811.122.
Negara ini mencatat 16.085 kasus terkait virus baru pada 28 Januari, 14.514 pada 27 Januari, sementara 13.012 orang terinfeksi virus mematikan pada 26 Januari.
Korban tewas Korea Selatan meningkat 34 dalam 24 jam terakhir menjadi 6.712.
Para pejabat memperkirakan bahwa jumlah kasus dapat meningkat menjadi 100.000 per hari dalam beberapa minggu.
Sementara itu, negara tersebut telah memperkenalkan sistem respons virus yang direvisi untuk memerangi varian omicron.
Dengan demikian, tes antigen dan PCR cepat akan dilakukan di sekitar 250 stasiun tes yang didirikan di pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit besar, dan orang akan dapat memilih mana yang ingin mereka ambil.
Orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang berusia di atas 60 tahun, akan diprioritaskan untuk tes PCR.
Rumah sakit dan klinik setempat juga akan menerapkan alat tes individu.
Sistem yang direvisi dirancang untuk mencegah sektor kesehatan melambat atau runtuh sambil meminimalkan kasus kritis dan kematian, kata KDCA.
Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 5,65 juta jiwa di setidaknya 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 370,32 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins AS.