Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB
MATARAM - Pemerintah pusat menganggarkan dana Rp576 miliar untuk menata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penataan ini terkait dengan perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
"Sesuai arahan Presiden saat mengecek persiapan MotoGP, tidak boleh macet, tidak boleh kumuh dan tidak ada genangan, maka Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp576 miliar untuk menata kawasan Mandalika," ujar Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat, Ridwan Syah di Mataram, Senin (24/1/2022).
Ia mengatakan, anggaran itu nantinya digunakan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung Mandalika, di antaranya saluran pengendali banjir KEK Mandalika tahap II sepanjang 7,6 km dengan nilai mencapai Rp120 miliar.
Selanjutnya, pembangunan Jalan Bypass BIL-Mandalika tahap II sepanjang 17,36 km senilai Rp204 miliar lebih. Kemudian pelebaran jalan Kuta-Keruak sepanjang 5,3 km senilai Rp136 miliar lebih sehingga untuk dua ruas jalan itu total anggaran mencapai Rp362 miliar lebih.
Selain untuk penataan koridor kawasan Mandalika, alokasi anggaran itu juga diperuntukkan penataan rumah-rumah warga yang nilainya mencapai Rp94 miliar lebih.
"Khusus untuk Jalan Bypas BIL-Mandalika tahap II ini akan menjadi contoh nasional karena menjadi jalan bebas hambatan, sehingga jalan masuk yang ada sekarang nantinya ditutup sehingga tidak ada akses langsung," kata Ridwan.
Sementara itu, untuk mendukung percepatan infrastruktur pendukung MotoGP Mandalika, lanjut Ridwan, saat ini sedang berlangsung pengerjaan Jalan Kuta-Keruak yang menghubungkan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur sepanjang 5,3 km.
Namun untuk jalan tersebut tidak sekaligus dikerjakan melainkan dikerjakan secara bertahap. Karena untuk mengejar MotoGP diprioritaskan penataan jalan dari bundaran Sunggung menuju Kuta atau depan Sirkuit Mandalika dengan panjang 1,3 km.
"Untuk efektif waktu maka pengerjaan jalan depan Sirkuit Mandalika ini akan didahulukan supaya tidak terulang lagi kemacetan saat WSBK, karena saat MotoGP jumlah penontonnya lima kali lebih besar seiring disetujui 100 ribu penonton oleh pemerintah," jelasnya.
"Tapi kalau pelebaran jalan di Kuta-Keruak dilakukan secara bertahap dengan menambah 4 lajur dilengkapi median jalan beserta penataannya," sambung Ridwan.