Inggris mulai mengevakuasi sebagian stafnya di Kedutaan Besarnya di Kyiv, Ukraina (foto: Net/ rmol.id)
JAKARTA - Sebagai tanggapan atas meningkatnya ancaman Rusia, Inggris mengatakan akan menarik beberapa staf dari kedutaan besarnya di Ukraina pada hari Senin.
“Beberapa staf dan asisten Kedutaan Besar ditarik dari Kyiv sebagai tanggapan atas meningkatnya ancaman dari Rusia,” kata pembaruan saran perjalanan oleh Kantor Luar Negeri Inggris.
Inggris mengatakan bahwa kedutaan “tetap buka dan akan terus melakukan pekerjaan penting.”
Keputusan tersebut mengikuti keputusan serupa yang dibuat pemerintah AS.
AS pada Minggu memerintahkan anggota keluarga staf kedutaannya di Kyiv, Ukraina untuk pergi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia.
“Pada 23 Januari 2022, Departemen Luar Negeri meminta karyawan perekrutan dan juga anggota keluarga staf kedutaan di Kyiv yang memenuhi syarat (EFM) untuk pulang karena ancaman lanjutan dari aksi militer Rusia,” kata pemerintah AS.
"Warga AS di Ukraina harus mempertimbangkan untuk berangkat sekarang menggunakan komersial atau pilihan transportasi lain yang tersedia secara pribadi,” tambah AS.
“Situasi keamanan di sekitar perbatasan Ukraina, di Krimea dan di Ukraina timur yang dikuasai Rusia tidak dapat diprediksi dan dapat memburuk dengan sedikit pemberitahuan," kata AS.
AS juga mengatakan ada laporan bahwa Rusia sedang merencanakan aksi militer yang signifikan terhadap Ukraina.
Pada Februari 2014, pasukan Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, dan Presiden Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah tersebut menjadi dua wilayah federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.
Turki dan AS serta Majelis Umum PBB memandang pencaplokan itu sebagai tindakan ilegal.
Menurut PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di wilayah Donbass Ukraina telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas sejak 2014.
Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan timur Ukraina dan memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer.
Moskow telah membantah bahwa pihaknya sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan.