Ilustrasi. Polisi Jerman Menyelidiki 12.000 Sertifikat Vaksin Palsu (foto: bloomberg/ theedgemarkets.com)
JAKARTA - Polisi Jerman sedang menyelidiki 12.000 tersangka sertifikat vaksinasi palsu di negara itu, media lokal melaporkan Rabu.
Kantor Berita Jerman mengatakan penyelidikan telah diluncurkan setelah penipuan terkait dengan persyaratan 3G (vaksinasi, pengujian dan pemulihan) meningkat di banyak daerah dengan 12.000 sertifikat vaksinasi dipalsukan di berbagai negara bagian.
Disebutkan bahwa penipuan tersebar luas di aplikasi perpesanan Telegram dan sertifikat ini dapat diperoleh dengan harga €200-300 ($227-340).
Tidak mungkin bagi lembaga penegak hukum untuk menentukan jumlah sebenarnya dari dokumen vaksin palsu yang beredar saat ini, kata badan tersebut.
Kontrak Markus Anfang, pelatih Werder Bremen, tim liga sepak bola kedua Jerman, dihentikan dan penyelidikan diluncurkan setelah terungkap bahwa ia telah menggunakan sertifikat vaksinasi palsu.
Pemerintah Jerman telah meningkatkan kampanye vaksinasi dan berencana untuk memberikan suntikan booster kepada semua orang dewasa di atas usia 18 tahun dalam beberapa minggu untuk mengekang penyebaran varian omicron dari virus corona.
Sekitar 72,8% populasi telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 dan hampir 47,6% dari mereka juga telah menerima suntikan booster pada hari Selasa, menurut data resmi.