Asap mengepul setelah kebakaran terjadi di Gedung Parlemen di Cape Town, Afrika Selatan, 2 Januari 2022. (Foto: Reuters)
JAKARTA - Polisi Afrika Selatan pada hari Senin 3/1 telah menetapkan seorang pria sebagai tersangka akibat kebakaran yang menyebabkan kerusakan parah pada gedung parlemen nasional di Cape Town pada Minggu 2 Januari kemarin.
Kebakaran terjadi pada Minggu pagi di kompleks parlemen, beberapa gedung di antaranya berasal dari tahun 1884 dan termasuk Majelis Nasional, atau Majelis Rendah Parlemen.
Kebakaran itu menyebabkan runtuhnya atap bagian dari komplek perumahan Dewan Nasional Provinsi (NCOP), pada hari Minggu dan memusnahkan seluruh lantai, meskipun tidak ada laporan tentang siapa pun yang terluka dalam insiden itu.
Seorang tersangka berusia 49 tahun yang telah ditangkap diperkirakan akan muncul di pengadilan pada hari Selasa dan akan menghadapi tuduhan atas perusakan rumah dan pencurian serta pembakaran, kata Hawks sebuah unit polisi elit dalam sebuah pernyataan.
"Diduga dia masuk melalui jendela di salah satu kantor," kata juru bicara Hawks Nomthandazo Mbambo kepada televisi eNCA, seraya menambahkan bahwa penyelidikan terus dilakukan tentang bagaimana tersangka berhasil menghindari keamanan di parlemen.
"Ada kemungkinan tuduhan lain ditambahkan karena ada pelanggaran keamanan di sini," kata Mbambo dikutip dari Reuters.
Jean-Pierre Smith, anggota komite walikota Cape Town yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan, mengatakan petugas pemadam kebakaran hingga saat ini masih menangani titik api di lantai 4 Majelis Nasional yang masih membara.
"Banyak buku dan rak buku yang membara," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa bagian dalam Majelis Nasional telah dihancurkan secara ekstensif oleh api, air, panas, dan asap.
Majelis Nasional terletak di tempat yang dikenal sebagai Sayap Baru, yang mengalami kerusakan terparah dalam kebakaran tersebut. Api lebih cepat dipadamkan pada hari Minggu di Sayap Lama, kata otoritas parlemen.