• News

Protes Terhadap Aturan Covid-19 Buat 13 Personil Layanan Darurat di Jerman Terluka

| Selasa, 21/12/2021 14:02 WIB

Protes Terhadap Aturan Covid-19 Buat 13 Personil Layanan Darurat di Jerman Terluka Personil Keamanan Jerman (foto: exprees.co.uk)

Jakarta - Pemerintah Jerman kembali berlakukan larangan keramaian dalam mengatasi penyebaran virus corona baru.

Hal ini yang membuat para warga di sekitar kota Mannheim menentang aturan tersebut dan melakukan aksi penolakan.

Laporan mengatakan bahwa warga dan personil keamanan sempat memanas dan membuat 13 personil terluka.

Dalam aksi tesebut beberapa orang ditangkap karena tindakan perlawanan dan serangan fisik terhadap personil keamanan.

Belum diketahui siapa dalang dari aksi unjuk rasa tersebut. Namun, sebanyak 131 orang telah dilaporkan karena melanggar undang-undang majelis.

Jerman melaporkan 50.968 kasus COVID-19 baru pada hari Jumat dan sekitar 70 persen populasi negara itu sekarang telah divaksinasi sepenuhnya.

Berlin baru-baru ini memperkenalkan larangan perjalanan bagi mereka yang datang dari Inggris setelah Jerman mengidentifikasi Inggris sebagai area varian virus yang menjadi perhatian.

Inggris mencatat 91.743 kasus COVID-19 kemarin, termasuk 8.044 kasus varian Omicron baru.

Namun, warga negara dan penduduk Jerman akan tetap diizinkan masuk dari Inggris tetapi harus melalui tes covid-29 dan karantina selama dua minggu, terlepas dari apakah mereka telah divaksinasi atau tidak.

Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach memperingatkan virus Omicron dapat melepaskan "gelombang kelima besar-besaran" dari pandemi.

Situs web tersebut juga mengklaim orang Jerman akan "dilarang" menghadiri pertemuan publik pada Malam Tahun Baru dan penjualan kembang api akan dilarang.

 

Sumber: exprees.co.uk